Brasil, Afrika Selatan dan Turki Alami Tekanan Ekonomi

Cincin Suryanto
Cincin Suryanto

Brasil, Afrika Selatan dan Turki  Alami Tekanan Ekonomi

WinGamers – Jakarta. Brasil sebagai negara berkembang yang pertama kali memperoleh kemajuan ekonomi yang pesat dalam waktu 20 tahun terakhir merupakan Negara pertama yang yang masuk dengan peringkat “investment grade.” Brasil dipandang sebagai “keajaiban” pereknomian selama 20 tahun terakhir mengalami tekanan pada nilai tukar dan pembayaran surat utangnya. Brasil dan Afrika Selatan saat ini diamati dengan perasaan was was oleh para analis perekonomian dunia, apakah mereka mampu mengatasi pembayaran utang- utangnya yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat. Bahkan sejumlah investor memperkirakan ke dua negara ini tanpa bantuan pihak internasional akan mengalami default atas utang- utangnya itu.

Standard & Poors telah memangkas peringkat utang dari Brasil dari sebelumnya dari sebelumnya di peringkat BBB- menjadi BB- yang adalah posisi tertinggi untuk kategori “junk rating atau peringkat samapah.” Pemangkasan kredit rating ini tampak dilakukan dengan tiba tiba oleh peringkat rating kelas dunia ini. Sebetulnya upaya penurunan peringkat atas Brasil ini dilakukan untuk menyelamatkan Brasil dari keruntuhan ekonomi akibat tingginya ketidak percayaan investor atas surat utangnya. Sangat mencengangkan bagaimana Negara dengan peringkat BBB- dalam waktu dua bulan bisa terpangkas sedemikian rupa dari nilai aset asetnya. S&P mengatakan bahwa” keputusan dimabil ditengah tengah tarik menarik kepentingan politik di dalamnya.”

Akibat dari kekisruhan yang rumit di Brasil saat ini, ekonom Goldman Sach, Alberto Ramos mengatakan, “Tidak tertutup kemungkinan pemerintahan Brasil saat ini dapat goyah.”

Selain kejadian yang dialami Brasil saat ini, negara Turki dan Afrika Selatan juga menjadi sorotan investor dan pengamat internasional karena perkenomiannya dalam posisi yang cukup kritis saat ini. Credit Default Swap atau yang dikenal sebagai CDS mengalami peningkatan di kedua Negara ini hari Kamis (17/09/2015) yang lalu. yang merupakan posisi tertinggi bagi ke duanya. Turki mengalami peningkatan “CDS cost” tertinggi selama enam tahun terakhir dan Turki mengalami peningkatan tertinggi untuk tiga tahun terakhir. CDS lima tahun dari Afrika Selatan “rate-”nya mengalami kenaikan 7 poin di tingkatan 272 bps ini rate tertinggi sejak April 2009. Sedangkan CDS 5 tahun dari Turki menyentuh level 290 bps, tertinggi sejak Juni 2012.

Pejabat dari Commerzbank, Quijiano Evanz mengatkan bahwa,” kita terus mengamati kenaikan spread CDS dari waktu ke waktu, terutama untuk Turki dan Afrika Selatan saat ini dan mewaspadainya,” hal ini mengingat kurangnya suatu pembenahan structural yang seharusnya menjadi kunci keberhasilan reformasi di kedua Negara tersebut.

image0

Namun demikian para investor menyambut dingin upayapemberian rating BB-tersebut


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});