Brasil Cetak Rekor Angka Kematian Tertinggi Perhari

Khalied Malvino

Dipublikasikan 2 tahun yang lalu • Bacaan 1 Menit

Brasil Cetak Rekor Angka Kematian Tertinggi Perhari
Warga Brasil melintas menggunakan masker saat pandemi virus corona. (Foto: El Mundo)

Winnetnews.com -  Brasil mencatat lonjakan angka kematian tertinggi akibat virus corona dalam sehari mencapai 1.130 korban jiwa pada Selasa (19/5) untuk pertama kalinya. Kini total pasien meninggal karena Covid-19 di Brasil sebanyak 17.983 orang.

Sementara kasus corona saat ini mencapai 271.885 orang, sekitar 106.794 diantaranya dinyatakan sembuh. Data statistik Worldometers menjadikan Brasil sebagai negara dengan kasus corona tertinggi di Amerika Selatan, melampaui Peru dan Chile.

Dihimpun dari CNNIndonesia.com, Rabu (20/5), secara global, Brasil berada di urutan keempat setelah Amerika Serikat, Rusia, dan Spanyol. Angka infeksi corona di seluruh dunia saat ini mencapai 4.986.332 kasus.

Data John Hopkins University menepatkan Brasil di urutan ketiga kasus corona tertinggi di dunia setelah Amerika Serikat dan Rusia.

Amerika Serikat saat ini tercatat memiliki 1.528.568 kasus dengan 91.921 kematian sebagai tertinggi di dunia. Di urutan kedua, Rusia memiliki 299.941 kasus dengan 2.837 korban jiwa.

Meningkatnya kasus corona di Brasil tak terlepas dari sikap Presiden Brasil, Jair Bolsonaro yang menganggap remeh penanganan virus SARS-nCov-2.

Seperti halnya Trump, sejak awal penyebarannya Bolsonaro kerap menganggap virus corona tak ubahnya flu biasa. Ia juga mengkritik kebijakan pemerintah negara bagian yang menetapkan lockdown dan larangan bagi warga keluar rumah untuk menekan penularan virus corona.

Dalam sebuah kesempatan Bolsonaro bahkan ikut turun ke jalan memprotes kebijakan lockdown, menjaga jarak, dan tinggal di rumah yang berlaku di sejumlah negara bagian. Ia juga sempat menghabiskan waktu berlibur di sebuah resor ski di tengah pandemi corona.

Bolsonaro juga sempat berselisih paham dengan menteri kesehatan terkait kebijakan lockdown untuk mencegah penyebaran Covid-19. Tak terima dengan kebijakan menterinya, ia kemudian memecat dan memilih menteri kesehatan pengganti.

Hanya saja, dalam waktu kurang dari sebulan menteri kesehatan baru yang ditunjuk Bolsonaro memilih untuk mengundurkan diri tanpa alasan yang jelas.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...