Buat Aplikasi Pendeteksi Cyber Bullying, Gitanjali Jadi Remaja Pertama di Cover Majalah TIME
Foto: Instagram/TIME

Buat Aplikasi Pendeteksi Cyber Bullying, Gitanjali Jadi Remaja Pertama di Cover Majalah TIME

Senin, 7 Des 2020 | 14:15 | Nurul Faradila

Winnetnews.com -  Majalah TIME untuk pertama kalinya menghadirkan seorang remaja berusia 15 tahun di cover majalah mereka sebagai “Kid of the Year”. Gadis belia bernama Gitanjali Rao ini, merupakan seorang ilmuwan dan penemu yang telah menghadirkan berbagai inovasi kepada dunia, termasuk perangkat pendeteksi timbal dan aplikasi pendeteksi cyber bullying dengan menggunakan AI (Artificial Intelligence).

Gitanjali terpilih dari 5,000 remaja Amerika berusia 8 hingga 16 tahun, yang kemudian dipersempit menjadi lima finalis. Perangkat pendeteksi timahnya, ia buat saat berusia 11 tahun dan itu berhasil membuatnya memenangkan Young Scientist Challenge.

“Gitanjali Rao yang berusia dua belas tahun mengambil hadiah utama dalam Young Scientist Challenge 2017 untuk perangkat pendeteksi timbal, yang mampu menemukan timbal dalam air minum dengan bantuan aplikasi seluler. Dia saat ini sedang bekerja untuk menyempurnakannya dan mengkomersialkan perangkatnya,” tulis Forbes dikutip Bored Panda.

Gitanjali Rao
Gitanjali Rao sebagai "Kid of the Year" Majalah TIME. Foto: Twitter/TIME

Gitanjali mengungkapkan tujuannya kepada Angelina Jolie, yang mewawancarainya untuk Majalah TIME.

“Sasaran saya benar-benar telah berubah, tidak hanya dari membuat perangkat sendiri untuk memecahkan masalah dunia, tetapi menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama juga,” ujarnya Gitanjali.

“Karena, dari pengalaman pribadi, tidaklah mudah bila kamu tidak melihat orang lain seperti kamu. Jadi saya sangat ingin menyampaikan pesan itu. Jika saya bisa, kamu bisa melakukannya, dan siapa pun bisa melakukannya,” imbuhnya.

Dia juga menjelaskan tentang perangkat pendeteksi cyber bullying, Kindly, yang dibuatnya. Pengguna hanya perlu mengetikkan kata atau frasa dan kemudian akan terdeteksi apakah itu termasuk cyber bullying atau tidak. Selanjutnya, pengguna mempunyai pilihan apakah akan mengeditnya atau membiarkannya begitu saja.

“Tujuannya bukan untuk menghukum. Sebagai remaja, saya tahu remaja terkadang cenderung mengamuk. Sebaliknya, ini memberi kamu kesempatan untuk memikirkan kembali apa yang kamu katakana sehingga kamu tahu apa yang harus dilakukan di lain waktu,” jelas Gitanjali.

Untuk menemukan remaja yang tepat sebagai “Kid of the Year”, Majalah TIME bekerja sama dengan Nickelodeon. Mereka mencari melalui media sosial, hingga sekolah di setiap distrik di Amerika Serikat. Kelima finalis dari kompetisi ini mendapatkan hadiah uang tunai dan dikenalkan sebagai “Kid of the Year” di acara TV spesial yang dibawakan oleh Trevor Noah.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...