Buku Mewarnai Terbitan Donald Trump Diduga Jadi Alat Kampanye

Khalied Malvino

Dipublikasikan setahun yang lalu • Bacaan 1 Menit

Buku Mewarnai Terbitan Donald Trump Diduga Jadi Alat Kampanye
Jimmy Kimmel sedang memamerkan buku mewarnai dengan cover Donald Trump yang diduga sebagai alat kampanye jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) pada November 2020. (Foto: YouTube Jimmy Kimmel)

Winnetnews.com -  Di tengah pandemi COVID-19, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluncurkan buku mewarnai. Namun, buku mewarnai yang diterbitkan Trump ini justru jadi bahan olok-olok.

Buku mewarnai ini bertajuk 'The Official Trump Coloring Book'. Buku ini merupakan bagian dari buku yang dibuat oleh tim kampanye Donald Trump untuk pemilihan Presiden AS yang akan datang. Buku ini sudah diluncurkan dan bisa dibeli sejak 20 Mei 2020 lalu.

Dikutip dari detikcom, Kamis (11/6), dari laman shop.donaldjtrump.com, buku ini dijual seharga US$ 20. Terdiri atas 16 halaman lengkap dengan pensil warnanya.

Sampul buku ini memperlihatkan gambar gaya Trump bak superman. Trump terbang sembari mengepalkan tangan.

Buku Trump ini ramai menjadi perbincangan usai diulas oleh komedian Jimmy Kimmel dalam acaranya pada 9 Juni 2020. Dalam acara itu, Kimmel melakukan monolog selama masa karantina, yakni dengan mengulas buku mewarnai Trump sembari tertawa.

Dia memperlihatkan beberapa gambar Trump dalam buku itu. Dari Trump yang menggendong bayi, hingga gambar Trump yang sedang menendang anjing. Dia juga menunjukkan, buku Trump ini diklaim langsung terjual 900 eksemplar hanya dalam waktu 5 menit saja.

Untuk diketahui, menjelang Pemilihan Preiden 3 November 2020, Trump masih terus aktif untuk melakukan kampanye. Aktivitas kampanye Trump untuk pemilihan presiden (pilpres) November 2020 sempat terhenti akibat pandemi virus corona.

Namun, seperti dilansir Reuters, Kamis (11/6), Trump menyatakan bahwa dirinya akan memulai kembali kampanye di Oklahoma pada Jumat (19/6) pekan depan. Selanjutnya, dia akan melanjutkan kampanye ke Florida, Arizona dan North Carolina.

"Kita akan memulai kampanye kita. Kita meyakini yang pertama mungkin ... di Oklahoma, Tulsa, Oklahoma. Lokasi baru yang indah, sangat baru. Mereka menantikannya. Mereka telah melakukan pekerjaan hebat dengan COVID, seperti yang Anda ketahui. Mereka semuanya akan menjadi besar," ucap Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...