Skip to main content

Bulog Gelar Operasi Pasar

Bulog Gelar Operasi Pasar
Bulog Gelar Operasi Pasar

PEMERINTAH akan memanggil asosiasi pedagang sapi dan pengusaha penggemukan sapi (feedlot) untuk memastikan adanya praktik atau permainan agar pemerintah menambah kuota impor sapi.

Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel kepada Media Indonesia, kemarin. Menteri menyayangkan aksi mogok para pedagang daging sapi di beberapa pasar di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, yang memicu keresahan masyarakat.

"Aksi pedagang ini, selain menghambat perekonomian, juga berpotensi menambah kenaikan harga. Kami akan panggil asosiasi dan pengusaha feedlot. Mereka harus menjelaskan apa maksud aksi ini. Seharusnya mereka bekerja sama menstabilkan harga," kata Rachmat Gobel.

Adapun untuk menyikapi mogoknya para pedagang daging tersebut, Kementerian Perdagangan berkoodinasi dengan Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah guna memastikan suplai dari peternak. Bulog pun sudah menggelar operasi pasar untuk menambah stok dan menstabilkan harga.

"Harga daging sapi menyentuh Rp130 ribu-Rp140 ribu per kg. Ada 19 provinsi belum mengalami penurunan harga pasca-Ramadan. Harga naik karena di daerah tersebut tidak ada feedlot sehingga suplai menambah ongkos dan menaikkan harga jual," ujar Rachmat.

Guna menstabilkan harga, sebagaimana hasil rekomendasi dari Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan kembali membuka izin impor sapi bakalan 50 ribu ekor pada tahap dua kuartal III. Sebelumnya, pada tahap pertama kuartal III, Kemendag mengizinkan impor dengan kuota sama.

Pasokan Bulog

Sementara itu, Direktur Pengadaan Bulog Wahyu mengakui pihaknya telah menyiapkan 250 ton daging sapi untuk operasi pasar. Setiap wilayah di DKI dan Jawa Barat menerima pasokan 6 ton per hari. Adapun Banten 2 ton per hari.

"Kami akan mendata lagi apakah perlu menambah titik-titik wilayah operasi pasar daging," ungkap Wahyu.

Dalam operasi pasar, Bulog menjual daging di kisaran Rp88 ribu-Rp99 ribu per kg. Wahyu berharap dengan kisaran harga tersebut mampu mengembalikan harga ke titik normal.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pemotongan Hewan Indonesia Abud Hadiyanto menyatakan pedagang daging sapi terpaksa mogok karena pemerintah tidak memberi kepastian penentuan kuota impor berikut ketersediaan sapi lokal yang belum mencukupi kebutuhan pasar. DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat merupakan daerah dengan tingkat konsumsi terbesar di Tanah Air.

Penjual daging sapi di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Endang, mengakui mogok dilakukan sejak kemarin hingga Rabu (12/8). Menurut Endang, sejak sebelum Lebaran harga daging sapi mencapai Rp120 ribu per kg. Padahal dalam kondisi normal berkisar Rp90 ribu-Rp95 ribu.

Di Pasar Atas Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, harga daging sapi naik menjadi Rp135 ribu dari Rp110 ribu per kg. Menurut salah seorang pedagang, Buyung, kenaikan harga daging sejak dua hari terakhir menjelang Lebaran dan bertahan hingga kini akibat kurangnya pasokan dari peternak sapi.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top