Skip to main content

Buni Yani Bantah Edit Video Dugaan Penistaan Agama

Buni Yani saat melakukan konferensi pers di Kuningan
Buni Yani saat melakukan konferensi pers di Kuningan

WinNetNews.com - Buni Yani mengaku bukan dia orang pertama yang mengunggah video dugaan dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ia mengaku bahwa video yang ia dapatkan dari akun NKRI.

"Saya bukan orang pertama yang mengunggah video itu, saya dapat dari media NKRI," ujar Buni saat menggelar jumpa pers di kawasan Kuningan, Senin (7/11).

Buni juga mengaku bahwa ia mengambil video dari akun milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Akun resmi Pemprov DKI itu memang mengunggah video tersebut secara lengkap. Ia juga mengaku dituduh mengedit video tersebut.

"Saya dituduh memotong yang dari 1 jam menjadi 31 detik. Saya dapatkan dari media NKRI sudah 31 detik. Saya tidak punya kemampuan editing, tidak punya alat dan waktu karena sibuk mengajar. Saya tidak punya kepentingan untuk memotong video tersebut," lanjutnya.

"Saya tak melakukan itu, saya tak ubah isi (video) itu. Jika saya melakukan itu saya pantas dipenjara," ujar Buni.

Sebelumnya, Buni Yani mengunggah video dalam rekaman kegiatan Ahok dalam kunjungan ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada 27 September lalu. Dalam transkrip video yang dimuat di status Facebook, Buni Yani menulis kalimat “dibohongi Surat Almaidah”, padahal pada versi utuhnya Ahok saat itu menyebut “dibohongi pakai Surat Al Maidah.”

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top