Buntut Indisipliner, Simon McMenemy Coret Rizky Pora dari Timnas PSSI

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Buntut Indisipliner, Simon McMenemy Coret Rizky Pora dari Timnas PSSI Rizky Pora bernomor punggung 26 protes usai melakukan tindakan indisipliner di lapangan saat laga Shopee Liga 1, Barito Putera bertandang ke PSM Makassar di Stadion Andi Matalatta, Rabu (14/8/2019). (Foto: Pojoksatu.id)

Winnetnews.com - Sudah sepantasnya seorang atlet mendapat ganjaran jika melanggar kedisiplinan baik di dalam maupun di luar lapangan. Rizky Pora, salah satu pemain Timnas PSSI tersebut mendapat ganjaran setimpal lantaran dirinya memukul pemain timnas lainnya, yakni Bayu Gatra dalam laga pekan ke-13 Shopee Liga 1 saat Barito Putera bertamu ke Stadion Andi Matalatta, kandang PSM Makassar, Rabu (14/8/2019).

Hukuman tersebut berupa pencoretan nama Rizky Pora dari skuat timnas di kualifikasi Piala Dunia 2022. Tindakan ini merupakan buntut indisipliner Rizky Pora di dalam lapangan.

Melansir Bola.com, selepas pertandingan, Rizky Pora yang merupakan kapten Barito Putera memukul wajah Bayu Gatra. Akibatnya, winger PSM itu terjatuh di lapangan.

Sikap tak sportif yang diperlihatkan Rizky Pora berbuntut panjang. Pelatih Timnas PSSI, Simon McMenemy memutuskan untuk mendepak Rizky dari daftar 24 pemain Timnas Indonesia, yang akan menghadapi Malaysia dan Thailand.

"Kami mengharapkan tingkat disiplin tertinggi dari para pemain Tim Nasional. Ini telah dibahas beberapa kali dan para pemain telah diingatkan jika mereka adalah representasi dari seluruh pemain Indonesia," kata Simon di situs resmi PSSI.

"Para pemain Tim Nasional adalah contoh bagi semua, Ini prinsip dan saya tidak main-main dengan hal ini. Pemain harus memahami tanggung jawab yang datang dengan mewakili negara yang begitu bersemangat dan bangga," lanjutnya.

Digantikan Febri Hariyadi

Mantan pelatih Bhayangkara FC itu telah memilih pemain Persib Bandung, Febri Hariyadi, untuk menggantikan tempat Rizky Pora. Febri dinilai memiliki pengetahuan taktik dan formasi yang baik.

"Poinnya, kami mencari pemain yang bisa menjadi role model, pemain yang mampu menjalankan instruksi serta mampu bermain dalam sistem yang kami inginkan," papar Simon.

"Tentu kami berharap seorang pemain juga memiliki pengetahuan taktik yang baik, sehingga mampu bermain dalam formasi yang berbeda dan juga posisi yang berbeda," kata pelatih berusia 41 tahun tersebut.

Timnas Indonesia akan mengawali perjalanan di kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia dengan melawan Malaysia pada 5 September 2019 dan Thailand pada 10 September 2019. Dua laga itu akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Apa Reaksi Kamu?