Buntut Kasus Bungkus Night, Izin Usaha Hamilton Spa & Massage Akan Dicabut

Anggara Putera Utama

Dipublikasikan 5 hari yang lalu • Bacaan 1 Menit

Buntut Kasus Bungkus Night, Izin Usaha Hamilton Spa & Massage Akan Dicabut
Poster Bungkus Night

Winnetnews.com -  Pemprov DKI melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta menyatakan tengah dalam proses pencabutan izin Hamilton Spa & Massage. Sanksi itu merupakan buntut kasus acara Bungkus Night yang viral di media sosial.

"Ya, kami mau koordinasi dulu dengan Satpol PP dan Dinas PMPTSP, kan harus ada proses administrasinya, mudah-mudahan bisa dalam waktu yang tidak terlalu lama," kata Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dedi Sumardi kepada wartawan, Selasa (21/6).

Dedi menjelaskan untuk saat ini Satpol PP DKI sudah melakukan penutupan sementara Hamilton Spa & Massage.

"Di lokasi, di temukan spa tersebut dalam keadaan tutup/tidak beroperasi, dan sudah dipasang garis polisi. Di TKP, kami juga bertemu dengan Tim Satpol PP dan dilakukan pemasangan Satpol PP Line serta pemasangan stiker penutupan sementara," ujarnya.

"Terkait sanksi penutupan atau pencabutan izin, tentunya akan mengacu kepada peraturan/ketentuan yang berlaku, yakni Pergub no 18 tahun 2018, tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata. Kami akan berkoordinasi dengan Satpol PP, dan Dinas PMPPTSP," ucapnya.

Sebelumnya, Polisi menetapkan 5 orang tersangka terkait acara bertajuk Bungkus Night yang digelar di salah satu tempat spa di Jakarta Selatan. Kelima tersangka itu kini telah ditahan polisi.

"Dari hasil pemeriksaan dan beberapa barang bukti yang telah kita amankan, ada lima pelaku yang kita tahan," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit saat dihubungi wartawan, Senin (20/6).

Ridwan mengungkapkan kelima orang yang ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka itu berperan dalam merancang hingga mempromosikan acara tersebut.

"Baru menyebarkan. Rangkaiannya dari situ. Jadi membuat, membuat video, kemudian meng-upload ke media sosial," kata Ridwan.

Penetapan tersangka itu dilakukan setelah penyidik memeriksa delapan saksi. Lebih lanjut, Ridwan mengatakan kelima tersangka itu dijerat  Pasal 27 dan 45 tentang Undang-Undang ITE tentang masalah asusila, dan pornografi.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...