Bupati Banyuasin Berpotensi Jadi Tersangka Pencucian Uang

Bupati Banyuasin Berpotensi Jadi Tersangka Pencucian Uang

Selasa, 6 Sep 2016 | 10:23 | Rusmanto

WinNetNews.com - Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian telah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek di Dinas Pendidikan dan dinas lain di lingkungan Pemkab Banyuasin. Tak menutup kemungkinan, Yan Anton bakal menjadi tersangka dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan mengatakan, kemungkinan untuk menjerat Yan dengan TPPU sangat terbuka. Apalagi, pihaknya mulai menerapkan pasal TPPU kepada tersangka korupsi yang ditangkap tangan. "Kemungkinan sangat besar (untuk jerat Yan Anton dengan TPPU). KPK sudah mencoba terapkan setiap penangkapan diiringi juga bersama-sama TPPU," kata Basaria di Gedung KPK, Jakarta, Senin (5/9).

Meski demikian, Basaria menyatakan, hingga saat ini pihaknya belum menjerat bupati berusia 32 tahun itu dengan TPPU. Dikatakan, pihaknya harus berhati-hati dalam menerapkan pasal pencucian uang. Diperlukan klarifikasi dan pendalaman untuk memastikan harta yang dimiliki tersangka, termasuk Yan Anton berasal dari tindak pidana korupsi. "Sampai saat ini belum klarifikasi mencucikan (uang) itu. Harus diklarifikasikan betul," katanya.

Diberitakan, KPK menetapkan Yan Anton sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek di Dinas Pendidikan dan dinas lainnya di lingkungan Pemkab Banyuasin. Yang diduga menerima suap sebesar Rp 1 miliar dari Direktur CV Putra Pratama, Zulfikar Muharam untuk membiayai perjalanan ibadah haji bersama istrinya.

Tak hanya Yan, KPK juga menetapkan empat orang lainnya sebagai tersangka penerima suap, yakni Kepala Dinas Pendidikan Banyuasin, Umar Usman; Kepala Bagian Rumah Tangga Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Darus Rustami; Kepala Seksi Pembangunan Mutu Pendidikan Dasar Disdik Banyuasin, Sutaryo; dan seorang pengepul atau penghubung ke pengusaha, Kirman.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...