Bursa China Anjlok 7%

Rusmanto
Rusmanto

Bursa China Anjlok 7%
WinNetNews.com - Memulai awal 2016, Bursa Saham China mengalami koreksi tajam hingga 7%. Koreksi tajam ini membuat perdagangan hari ini dihentikan.

"Investor mulai melepas saham jelang habisnya masa larangan penjualan saham," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (4/1/2016).

Larangan penjualan saham yang dimaksud adalah, yang berlaku kepada pemegang saham utama di perusahaan yang terdaftar di Bursa China. Larangan ini diberlakukan pemerintah China saat pasar sahamnya anjlok pertengahan 2015 lalu.

Sejak saat itu, para pemegang saham utama dilarang melepas sahamnya supaya pasar tidak terus-terusan anjlok. Larangan ini akan berakhir pada 8 Januari 2016.

Selain itu, data aktivitas pabrik China di Desember yang baru dirilis juga menunjukkan adanya perlambatan. Hal ini memunculkan prediksi ekonomi China masih akan melambat di 2016.

Ia mengatakan, pelaku pasar juga menanti datangnya saham-saham baru di 2016, sehingga melepas portofolionya terlebih dahulu.

Seperti diketahui, Indeks Komposit Shanghai terpangkas hingga 5% dan perdagangan pun dihentikan sementara sekitar 15 menit sebelum dilanjutkan kembali.

Hingga pukul 13.34 waktu setempat, indeks acuan pun kembali melemah dan terjatuh hingga 7% sehingga perdagangan hari ini harus dihentikan.

disadur dari situs detik finance

Apa Reaksi Kamu?