(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Bursa Timah Indonesia Diharapkan Bisa Jadi Price Maker

Rusmanto
Rusmanto

Bursa Timah Indonesia Diharapkan Bisa Jadi Price Maker
WinNetNews.com - Indonesia merupakan negara eksportir timah nomor wahid di dunia dengan menguasai pangsa pasar hingga 70%. Sayangnya, Indonesia belum menjadi penentu harga komoditas timah di pasar internasional. Walaupun sudah memiliki Indonesian Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), acuan harga timah masih ditentukan bursa di luar negeri.

“Kita sebagai produsen, kita yang tambang, tapi mereka (bursa luar negeri) yang tentukan harganya,“ tutur Chief Excecutive Officer ICDX Megain Widjaja, Kamis, 18/8.

Meski demikian, Megain menyebut setelah perdagangan timah dalam negeri diserahkan ke mekanisme bursa melalui ICDX, perlahan fluktuasi harga timah di pasar global berkurang signifikan. Pada 2011, pergerakan harga timah mencapai 28,24%, tapi di semester I 2016, ICDX berhasil menjaga fluktuasi di 14,06%.

Meski baru berjalan tiga tahun, Megain optimistis bursa timah ICDX akan menjadi parameter harga timah yang mumpuni di pasar internasional. Pasalnya, kualitas timah yang diperdagangkan memiliki kualitas dan standardisasi yang baik. Dengan lima jenis kontrak timah yang mendukung kebijakan pemerintah, penjual (seller) ICDX tumbuh 400%. Se mentara itu, jumlah buyer tumbuh 107% dari berbagai belahan dunia.

“Dengan kata lain, bursa timah Indonesia mulai menarik minat pelaku usaha timah dari berbagai negara. Jadi Indonesia harus menjadi price maker, bukan price taker,“ tukasnya.

Transaksi ekspor timah Indonesia pun menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2014, volume eskpor timah sebesar 54 ribu ton, kemudian naik 70 ribu ton di 2015.Adapun volume ekspor pada semester I 2016 tercatat 32 ribu ton.

Untuk mengukuhkan perdagangan timah melalui bursa, ICDX telah menyiapkan pusat logistik berikat (PLB) di Marunda, Jakarta Utara. Dengan begitu, para pelaku pasar kini dapat menyimpan timah Indonesia. Selama ini, importir kerap menaruh hasil pembelian timah Indonesia di negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});