Buruh Tolak Revisi UU 13 Tahun 2013

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Buruh Tolak Revisi UU 13 Tahun 2013 Demo buruh di Tangerang. (Foto: merdeka.com)

Winnetnews.com - Menyikapi Revisi Undang-Undang 13 Tahun 2003, ratusan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Banten Bersatu mengepung Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Wakil Ketua Federasi Serikat Pekerja Logan, Elektronik, dan Mesin (FSP LEM) Agus Gunawan, penolakan revisi UU 13 Tahun 2013 itu berkaitan dengan kesejahteraan buruh, seperti pembayaran upah minimun yang bakal dinaikkan dua tahun sekali.

"Ini menjadi perhatian semua buruh di seluruh daerah, untuk di Jabodetabek hari ini akan berkumpul menyuarakan keinginannya ke Jakarta, untuk membatalkan rencana revisi UU 13 tahun 2003 tersebut," terang Agus Gunawan, seperti dikutip Merdeka.com.

Agus menekankan, revisi UU 13 tahun 2003 tentang perburuhan yang akan dilakukan Pemerintah, sangat merugikan kaum buruh.

"Revisi tersebut jelas merugikan kami. Makanya kami menolak hal itu. Kalau Pemerintah masih memaksa, maka kita akan menggerakan massa lebih besar lagi. Ini pemanasan saja untuk memberikan warning ke pemerintah," katanya.

Agus menilai, ada sejumlah poin yang menjadi perhatin buruh terhadap rencana revisi Undang-undang tersebut, terutama masalah kesejahteraan buruh.

"Diantaranya tentang hak pesangon, hak upah yang dinaikkan dua tahun sekali, pekerja kontrak (outsourcing) yang tidak dibatasi. Itulah yang tidak ada untungnya yang sama sekali," kata dia.

Diperkirakan hari ini, akan ada 10.000 massa buruh yang bergerak ke Istana negara dan DPR RI, untuk menyuarakan aspirasinya.

"Perkiraan se Jabodetabek Bandung saja 10.000. Ini baru pemanasan. Yang di daerah-daerah, demo di wilayahnya masing-masing," kata Agus.

Apa Reaksi Kamu?