Skip to main content

Buwas Nonaktifkan Kepala BNNP Maluku Utara Terkait Razia Narkotika

Buwas Nonaktifkan Kepala BNNP Maluku Utara Terkait Razia Narkotika
Buwas Nonaktifkan Kepala BNNP Maluku Utara Terkait Razia Narkotika

WinNetNews.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso mengeluarkan surat penonaktifan Kepala BNN Provinsi Maluku Utara Kombes Ely Djamaluddin. Penonaktifan dilakukan untuk pemeriksaan terkait razia narkotika gabungan.

"Hari ini saya sudah mengeluarkan sprin (surat perintah) penonaktifkan yang bersangkutan. Dalam rangka untuk dilakukan pemeriksaan. Ini langkah awal BNN," kata pria yang akrab disapa Buwas di Kantor BNN Jl MT Haryono, Jakarta, Selasa (19/4/2016).

Buwas mengaku sudah mendapat kabar jajaran di bawahnya ikut tertangkap razia narkotika gabungan TNI dan Polri di tempat karaoke. Tim BNN saat ini tengah mendalami keberadaan anak buahnya saat razia berlangsung.

"Berita demikian. Sekarang yang bersangkutan sedang diperiksa Irtama (Inspektur Utama), yang pasti posisi (Kepala BNNP Maluku Utara) tengah didalami, sebab yang bersangkutan tidak ada hubungan operasi gabungan. Pelaksanaan operasi gabungan sendiri dari unsur TNI Polri dan Satpol PP termasuk anggota BNNP Maluku Utara," paparnya.

Menurut Buwas, Ely tidak terlibat dalam operasi razia narkotika. Karena itu pihak internal BNN melakukan pemeriksaan.

"Kemarin sudah pemeriksaan awal yang bersangkutan kita lakukan pemeriksaan tes urine, darah dan rambut. Kalau memang terbukti yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran kode etik maupun pidana ataupun penyalahgunaan wewenang. Karena keberadaan di suatu tempat yang seharusnya tidak diperbolehkan berada di situ dan tidak ada hubungan kepentingan tugas sehingga kita melakukan langkah-langkah penindakan tegas terhadap yang bersangkutan," katanya.

Sebelumnya Kepala BNNP Maluku Utara, Ely Djamaludin saat dikonfirmasi membantah ikut terjaring dalam razia menceritakan kronologis kejadian pada saat itu.

"Sudah saya klarifikasi ke humas BNN pusat. Saya yang menandatangai surat perintah razia, tapi bagaimana saya yang terkena razia. Saya di sana sedang mengawasi kegiatan razia gabungan BNN, POM, dan kepolisian," ucap Ely saat dihubungi.

"Posisi saya juga bukan di dalam, seperti yang diberitakan. Saya sedang memantau dan mengawasi, tiba-tiba datang POM, saya melihat aktivitas razia yang ada di dalam situ, ada wartawan ambil foto-foto mengira saya ada di dalam dan terjaring razia," tambahnya.

Ely juga memastikan dirinya tidak mungkin terjaring razia. Karena ia sendiri yang menandatangani surat perintah razia gabungan yang dilakukan oleh BNNP Maluku Utara.

"Kalau memang saya di dalam sama cewek-cewek kan enggak mungkin, orang saya yang mimpin operasi. Saya kan mengawasi anak-anak yang memeriksa di dalam sana, saya juga yang tandatangani surat perintahnya," tegas Ely.

disadur dari situs detik news

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top