Buya Syafii Ingin Ada Menteri dari Muhammadiyah di Kabinet Jokowi

Amalia Purnama Sari
Amalia Purnama Sari

Buya Syafii Ingin Ada Menteri dari Muhammadiyah di Kabinet Jokowi Buya Syafii (foto: Panrita News)

Winnetnews.com - Cendekiawan muslim anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Ahmad Syafii Maatrif alias Buya Syafii berharap jika Presiden Jokowi bisa mempertimbangkan kader Muhammadiyah untuk ikut serta mengisi jabatan menteri di bidang pendidikan, sosial, atau kesehatan.

“Ya semoga ada lagi menteri dari Muhammadiyah yang dipertimbangkan oleh Pak Jokowi. Itu yang memutuskan presiden ada di posisi mana,” kata Buya Syafii, dilansir dari CNN Indonesia, Kamis (10/10).

Syafii juga membeberkan jika kader Muhammadiyah tak kalah hebat jika dibandingkan dengan kader lain, terutama jika menyangkut bidang pendidikan.

“Ya mudah-mudahan lah memang diberi untuk Muhammadiyah. Karena Muhammadiyah kan sudah memberikan sumbangsih besar untuk dunia pendidikan lebih dari 100 tahun, maka patut untuk dipertimbangkan. Di bidang sosial dan kesehatan juga,” kata Syafii.

Namun Syafii mengakui jika dirinya tidak menahu perihal apakah organisasinya mengusulkan naman menteri kepada Jokowi. “Saya malah tidak tahu calon menteri dari Muhammadiyah karena saya sudah tidak ada dalam struktur Muhammadiyah,” jelas Syafii.

Mendikbud Muhadjir Effendy (foto: Republika)

Sebelumnya, Syaffi sempat memuji pemaparan Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy mengenai sejumlah pendidikan yang bermasalah di Indonesia. Muhadjir dinilai Syafiii memiliki kemampuan untuk memahami seputar pendidikan yang ada di dalam negeri.

“Saya mendengar pidato Pak Muhadjir dan rasanya dia mengerti kritikan tersebut. Jadi pendidikan memang bukan semata-mata masalah teknologi dan teknis. Ternyata dalam pendidikan memang harus mencari orang yang benar-benar paham akar dan masalah di dalamnya dan tentunya punya latar belakang pendidikan,” papar Syafii sebelumnya.

Pada Mei 2019 silam, Syafii sempat mengusulkan kepada Jokowi tentang pembentukan zaken kabinet atau kabinet yang diisi oleh para pakar atau ahli di bidangnya setelah nanti resmi menjabat sebagai presiden untuk periode 2019-2024.

“Kami juga meminta kepada Pak Jokowi jika nanti terpilih menjadi presiden supaya membentuk zaken kabinet,” kata Syafii di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (09/05) lalu.

Syafii juga menjelaskan jika anggota zaken kabinet boleh diusulkan oleh parpol. Namun Syafii menyaratkan untuk parpol mengusulkan lebih dari satu nama sehingga nanti bisa dipilih oleh Jokowi.

Apa Reaksi Kamu?