Cadangan BBM di RI Milik Pertamina, Bukan Milik Negara

Cadangan BBM di RI Milik Pertamina, Bukan Milik Negara

Jumat, 25 Mar 2016 | 20:00 | Muchdi

WinNetNews.com - Ketahanan energi Indonesia amat rentan, sebab cadangan BBM nasional hanya untuk 18-22 hari. Cadangan itu pun bukan milik negara, tapi milik PT Pertamina (Persero).

Sebagai pembanding, Singapura punya cadangan BBM sampai 90 hari, China juga menimbun cadangan BBM hingga 90 hari, Amerika Serikat bahkan punya cadangan untuk 260 hari.

"Sebenarnya negara belum punya cadangan BBM sama sekali karena cadangan BBM yang ada itu adalah cadangan operasional milik Pertamina, bukan milik negara. Itu pun hanya sedikit, untuk rata-rata 20 hari," kata Staf Khusus Menteri ESDM, Said Didu, seperti di kutip dari situs detikFinance, Jakarta, Jumat (25/3/2016).

 

Cadangan BBM nasional perlu diperkuat demi ketahanan energi nasional.

"Apalagi kita net importir BBM, harus punya cadangan yang kuat untuk mengantisipasi fluktuasi harga minyak dunia. Juga untuk buffer stock, menjaga kita dari permainan harga oleh spekulan minyak dunia," Said mengimbuhkan.

Menurutnya, sebenarnya sekarang adalah saat yang tepat bagi Indonesia untuk menimbun cadangan BBM. Sebab, harga minyak sedang dalam posisi yang rendah, di bawah US$ 40 per barel. Tetapi, sayangnya tangki-tangki penyimpanan BBM (storage) yang ada di dalam negeri tak cukup besar kapasitasnya.

"Kalau kita hitung, sekarang storage kita nggak ada," ucapnya.

 

Pemerintah sendiri telah menyiapkan strategi jangka pendek maupun jangka panjang untuk meningkatkan cadangan BBM nasional. Untuk jangka pendek, bisa saja pemerintah menyewa storage di luar negeri untuk menyimpan stok BBM.

"Kita melompat dulu dari negara yang tidak punya cadangan BBM menjadi punya, tapi disimpan di luar negeri," tukas dia.

Tapi penyimpanan cadangan BBM di luar negeri hanya transisi saja untuk jangka pendek. Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah mendorong pembangunan storage-storage di dalam negeri.

"Kita ingin mengundang investor untuk membangun storage di Indonesia, juga BUMN. Tapi sambil menunggustorage dibangun, cadangan kita disimpan dulu di luar negeri, ini hanya transisi," Said menerangkan.

Sumber dari detikFinance, Jakarta

Foto: Hasan Al Habshy

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...