Calon Hakim Agung Mengaku Sempat Menolak Disuap

Zaenal Arifin
Senin, 20 Juni 2016 19:35 WIB
Oleh Zaenal Arifin pada Senin, 20 Juni 2016 19:35 WIB
Image Calon Hakim Agung Mengaku Sempat Menolak Disuap

 Jakarta, Winnetnews.com -  Calon Hakim Agung untuk kamar perdata Mochammad Agus Salim, mengakui pada panelis yang mengujinya dalam tes wawancara di Komisi Yudisial (KY), Senin (20/6/2016), dirinya pernah hampir terkena suap ketika dirinya masih menjadi hakim anggota persidangan.

Usaha penyuapan tersebut, tutur Agus, dilakukan melalui perantara seorang kurir dan diketahui telah sempat bertemu dengan ketua majelis hakim, namun belum sempat bertemu dengan dirinya.

Agus mengatakan pada saat itu, ketua majelis hakim menyampaikan bahwa ada titipan "rezeki" untuk dirinya, akan tetapi titipan tersebut ditolak dan ketua majelis hakim tersebut akhirnya juga menolak suap itu.

"Kejadiannya 2013 atas kasus pengadaan barang dan jasa. Saat itu ketua majelis bertemu dengan kurir. Tapi saya menolak suap, sehingga akhirnya tidak jadi," kata Agus.

Agus merupakan salah satu calon hakim yang hari ini diwawancarai oleh Komisi Yudisial (KY) selain Gazalba Saleh, I Made Hendra Kusuma dan Ibrahim.

Dalam tes wawancara oleh KY yang dimulai hari ini dan dijadwalkan untuk selesai pada Jumat (24/6) tersebut, rencananya akan melibatkan beberapa tokoh bangsa. Untuk tes wawancara perdana hari ini, Ahmad Syafii Maarif menjadi panelis untuk bidang wawasan keilmuan dan kebangsaan.

Winners… Hobi Memancing, Ini Loh Manfaatnya Untuk Kesehatan
Barcelona Serius untuk Datangkan Willian dari Chelsea

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.