(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Capim KPK yang Akan Diuji DPR Hari Ini

Rusmanto
Rusmanto

Capim KPK yang Akan Diuji DPR Hari Ini
WinNetNews.com - Komisi III DPR kembali melakukan uji kelayakan dan kepatutan calon pimpinan KPK hari ini. Di hari kedua ini, ada empat orang yang akan diuji oleh Komisi bidang hukum tersebut.

Dari jadwal yang diperoleh, keempatnya yaitu Surya Tjandra, Robby Arya Brata, Basaria Panjaitan dan Agus Rahardjo. Pengujian itu direncakan mulai pukul 10.00 WIB, Selasa (15/12/2015).

Sebelumnya ada 4 capim yang telah diuji oleh Komisi III DPR. Keempatnya yaitu Sujanarko, Alexander Marwata, Johan Budi Sapto Pribowo dan Saut Situmorang. Proses pengujian ini berlangsung hingga malam hari

Saat pengujian, Sujarnako ditanya Komisi III DPR mulai dari revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, mengusut kasus besar seperti BLBI hingga tata cara penyadapan yang dilakukan oleh KPK.

Capim lainnya, Alexander Marwata juga ditanya terkait revisi UU KPK. Ditegaskan Alexander, dirinya tak setuju dengan salah satu poin revisi UU KPK tersebut yakni pemberian kewenangan penghentian kasus (SP3) bagi KPK.

"KPK dibutuhkan penanganan korupsi proporsional, efektif dan efesien. Saya kira profesionalitas itu bisa dilakukan dengan tidak menerbitkan SP3. Jadi dia harus bertindak dalam penyelidikan lebih hati-hati. Jadi ketika perkara ini naik ke penyidikan, itu sudah firm, perkara itu ada tersangka, alat buktinya cukup," tutur Alex.

Sementara itu, capim lainnya, Johan Budi dengan tegas menolak revisi UU KPK. Menurut Johan, secara jelas revisi UU KPK sangat melemahkan lembaga antikorupsi itu. Mantan Juru Bicara KPK ini pun mengaku tak masalah jika dirinya tak dipilih jadi pimpinan KPK. .

"Di KPK itu ada penasihat, untuk menindak apakah pimpinan itu melanggar atau tidak. Dewan pengawas itu jangan memanggil pimpinan KPK kalau menetapkan seseorang jadi tersangka, itu indepensi pimpinan KPK. Dewan pengawas hanya mengawasi etika pimpinan KPK, misal pimpinan bermain politik, namun itupun sudah ada penasihat yang bisa membentuk komite etik saat menemukan ada pelanggaran yang dilakukan pimpinan," tambah Johan.

Capim terakhir yang diuji di hari pertama yakni Saut Situmorang yang sempat melontarkan pernyataan kontroversial. Dikatakan staf ahli Kepala BIN ini, jika terpilih jadi pimpinan KPK, dirinya akan menghentikan kasus skandal Bank Century dan BLBI.

"BLBI dan Century itu kita harus mengumpulkan jaksa terbaik, tapi hasilnya apa? Hasilnya malah jaksa Urip itu. Apa kita mau ada Urip lain?" jelasnya.

"BLBI dan Century memang uangnya banyak. Tapi bagaimana cara kita mencarinya? Di mana itu uangnya? Sudah lah, kita maafkan yang ini, mulai dari zero, tapi kalau ada korupsi lagi setelah ini, tidak ada maaf," tambahnya.

disadur dari situs detik news  

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});