Cara Memilih Vitamin yang Baik untuk Kesehatan Tubuh
ilustrasi

Cara Memilih Vitamin yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

Kamis, 3 Sep 2020 | 13:21 | Rusmanto

4. Periksa Label Sertifikasi

Cara memilih multivitamin yang benar selanjutnya adalah dengan memeriksa label sertifikasi yang tertera pada kemasan obat. Adanya label sertifkasi—dalam hal in dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)—memastikan jika obat sudah memiliki izin dan aman untuk digunakan.

Selain label dari BPOM, label sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mungkin menjadi hal yang bagi Anda—umat Muslim—wajib dimiliki oleh suplemen multivitamin yang hendak dibeli. Perhatikan juga detail-detail lainnya pada kemasan obat seperti tanggal produksi dan kedaluwarsa guna memastikan obat aman untuk digunakan.

5. Hindari Multivitamin yang Mengandung Bahan Tambahan

Tips selanjutnya yakni pastikan suplemen multivitamin tidak mengandung tambahan warna, pengisi, dan bahan sintetis apapun yang kurang bermanfaat. Produsen multivitamin sering menambahkan bahan tambahan tersebut dengan berbagai alasan seperti untuk memperpanjang usia produk, membuatnya tampak lebih menarik, atau agar ongkos produksinya menjadi lebih murah.

Itu sebabnya, mengapa Anda lebih disarankan untuk membeli produk suplemen multivitamin yang terbuat dari vitamin organik yang berasal dari makanan. Kendati harganya mungkin sedikit lebih mahal, namun multivitamin tersebut lebih aman untuk dikonsumsi.

6. Hindari Multivitamin yang Mengandung Kombinasi Zat Besi dan Kalsium

Zat besi dan kalsium adalah dua mineral yang penting untuk dijadikan komposisi multivitamin. Akan tetapi, ada tips yang perlu Anda perhatikan yakni sebaiknya hindari suplemen yang mengandung kombinasi keduanya.

Mengapa demikian? Jawabannya karena kalsium dapat mengganggu penyerapan zat besi yang mana tidak ideal jika Anda mengonsumsi zat besi untuk alasan kesehatan tertentu (seperti anemia karena defisiensi zat besi atau periode menstruasi yang berat). Pilih multivitamin yang hanya mengandung salah satu mineral, kemudian ambil suplemen tambahan yang mengandung mineral lain di lain waktu.

7. Hindari Multivitamin dengan Kandungan Asam Folat Sintetis

Beberapa orang memiliki mutasi genetik yang mencegah tubuh mereka dengan mudah mengubah asam folat menjadi bentuk aktifnya yang disebut 5-methyltetrahydrofolate (5-MTHF). Karena Anda mungkin tidak tahu apakah Anda memiliki cacat gen ini, yang terbaik adalah selalu memilih folat alami daripada asam folat sintetis.

Folat alami ditemukan dalam sayuran hijau seperti bayam, selada romaine, lentil, brokoli, asparagus, jamur, buah jeruk, polong-polongan, dan alpukat. Nah, folat alami ini bisa ditemukan pada suplemen multivitamin dalam bentuk nutrisi yang diaktifkan (biasanya terdaftar sebagai folat, atau 5-MTHF, atau folacin). Oleh sebab itu, pilihlah suplemen yang pada kemasannya tertera informasi tersebut.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...