Cara Mengatasi dan Berbagai Penyebab Depresi
ilustrasi

Cara Mengatasi dan Berbagai Penyebab Depresi

Minggu, 26 Jul 2020 | 19:51 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Ada banyak penyebab depresi yang patut untuk dihindari agar kesehatan mental dan fisik tetap terjaga. Namun, ada beberapa penyebab yang tidak dapat dihindari. Apa saja penyebabnya? Simak penjelasan lengkap tentang penyebab dan cara mengatasinya di bawah ini!

Penyebab Depresi yang Paling Umum

Depresi adalah salah satu gangguan mental yang paling umum terjadi pada setiap orang. Namun, pemicu depresi pada beberapa orang tidak selalu diketahui. Para peneliti menduga ada banyak penyebabnya yang berbeda-beda dan tidak selalu dapat dicegah.

Berikut ini sejumlah penyebab depresi yang paling umum:

1. Genetik

Memiliki anggota keluarga dengan riwayat depresi dapat meningkatkan risiko Anda mengalami depresi. Diasumsikan bahwa depresi adalah sifat yang kompleks, artinya kemungkinan ada banyak gen berbeda yang masing-masing memberikan sedikit dampak, daripada gen tunggal yang berperan terhadap risiko penyakit.

Genetik depresi seperti kebanyakan gangguan kejiwaan, yaitu tidak sesederhana atau tidak mudah dikenali seperti  penyakit genetik murni, termasuk Huntington’s chorea atau cystic fibrosis.

2. Perubahan Hormon

Perubahan keseimbangan hormon dalam tubuh mungkin berperan serta dalam menyebabkan atau memicu depresi pada seseorang. Kondisi ini tidak dapat dihindari, terutama pada ibu hamil.

Perubahan hormon ini dapat terjadi ketika kehamilan dan selama minggu atau bulan pertama setelah melahirkan (postpartum). Penyebab depresi lainnya seperti masalah tiroid, menopause, atau sejumlah kondisi lainnya.

3. Ketidakseimbangan Kimia Otak

Salah satu penyebab biologis yang potensial menyebabkan depresi adalah ketidakseimbangan dalam neurotransmitter yang mengontrol mood atau suasana hati. Neurotransmitter tertentu seperti dopamin, serotonin, dan norepinefrin, berperan penting dalam suasana hati.

Neurotransmitter adalah zat kimia yang membantu beberapa area otak untuk berkomunikasi satu sama lain. Ketika neurotransmiter tertentu kekurangan pasokan serotonin misalnya, dapat menyebabkan gejala yang dikenal sebagai depresi klinis.

4. Kesehatan Fisik & Kondisi Medis Tertentu

Seseorang lebih mungkin mengalami gejala depresi jika memiliki penyakit kronis, gangguan tidur, atau kondisi tiroid. Para penderita sakit kronis, diabetes, multiple sclerosis, dan kanker, rata-rata memiliki tingkat depresi yang cenderung lebih tinggi.

Pikiran dengan tubuh terhubung langsung, maka dari itu jika mengalami masalah kesehatan fisik, Anda mungkin juga dapat mengalami perubahan dalam kesehatan mental.

Penyakit yang terkait dengan depresi ada dua cara, yaitu stres karena penyakit kronis yang dapat memicu depresi berat. Berikutnya penyakit tertentu seperti gangguan tiroid, penyakit Addison, dan penyakit hati dapat menjadi penyebab depresi.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...