Cara Mengurangi Risiko Penularan COVID-19 di Kendaraan Umum
ilustrasi

Cara Mengurangi Risiko Penularan COVID-19 di Kendaraan Umum

Sabtu, 8 Agt 2020 | 08:24 | Rusmanto

Winnetnews.com -  Sejak awal pandemi merebak, para ahli kesehatan telah memperingatkan tentang tingginya risiko penularan COVID-19 di kereta, bus, dan transportasi umum lain. Kepadatan penumpang, lama waktu perjalanan, dan sirkulasi udara yang kurang baik di ruang tertutup bisa meningkatkan risiko penularan virus.

Seberapa besar risiko penularan dan bagaimana cara mencegahnya? 

Risiko Penularan COVID-19 di Kereta

image0

Sebuah studi terbaru menunjukkan risiko penularan COVID-19 di kereta sangat tergantung pada kedekatan posisi penumpang dengan orang yang terinfeksi. Semakin dekat, maka risiko penularan akan semakin tinggi. Sebaliknya, semakin jauh maka risikonya relatif rendah. 

Studi ini melibatkan ribuan penumpang yang bepergian dengan kereta cepat di China. Para peneliti menemukan bahwa tingkat penularan ke penumpang yang bersebelahan dengan orang terinfeksi COVID -19 sekitar 3,5%. 

Sedangkan penumpang di kursi depan atau belakangnya, rata-rata memiliki 1,5% peluang tertular COVID-19. Risiko penularan di kereta ini menjadi 10 kali lebih rendah bagi penumpang yang duduk berjarak satu atau dua kursi dari pasien COVID-19.

Fakta yang mengejutkan, para peneliti menemukan bahwa hanya 0,075% penumpang yang menggunakan kursi yang sebelumnya diduduki pasien COVID-19 bisa tertular virus tersebut.

Selain posisi duduk, lama waktu atau frekuensi kontak dengan pasien COVID-19 juga sangat penting. Risiko tertular akan meningkat sebesar 1,3% setiap jamnya bagi penumpang yang duduk bersebelahan dan 0,15%  bagi penumpang lainnya. 

Para peneliti percaya bahwa penumpang yang duduk bersebelahan lebih mudah tertular karena kemungkinan melakukan kontak fisik lebih tinggi atau sering bertatap muka. 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...