Cara Obati Batuk Dahak Berdarah dan Penyebabnya
ilustrasi

Cara Obati Batuk Dahak Berdarah dan Penyebabnya

Rabu, 8 Apr 2020 | 06:00 | Rusmanto

Winnetnews.com -  Dahak berdarah atau dalam istilah medis dikenal dengan hemoptisis adalah keluarnya dahak yang disertai darah dari paru-paru dan tenggorokan ketika batuk. Batuk yang disertai darah tidak sama dengan pendarahan dari mulut, kerongkongan (esofagus), atau saluran pencernaan yang biasanya dikeluarkan melalui muntah pada batuk berdarah. Darah yang keluar ketika batuk biasanya tampak bergelembung seperti busa karena bercampur dengan udara dan lendir.

Batuk berdarah dapat menandakan kondisi medis tertentu seperti bronkitis akut atau bahkan bisa diakibatkan oleh kanker paru-paru. Selain itu, ada banyak penyebab batuk berdarah lainnya yang patut diwaspadai! Apa saja? Simak informasi lengkapnya di bawah ini.

Penyebab Batuk Dahak Berdarah yang Patut Diwaspadai!

Dahak yang disertai darah adalah kondisi yang relatif sering terjadi dan biasanya tidak menimbulkan kekhawatiran. Namun, terkadang dahak yang disertai darah adalah gejala dari kondisi medis yang serius. Jika Anda batuk berdarah, segera dapatkan pertolongan medis.

Berikut sejumlah penyakit yang menjadi penyebab batuk dahak berdarah:

1. Bronkitis

Penyebab dahak berdarah yang pertama adalah bronkitis, merupakan infeksi saluran pernapasan utama paru-paru (bronkus), yang menyebabkan menjadi teriritasi dan meradang. Penderita bronkitis biasanya mengalami batuk berdahak yang dapat berubah warna seperti bening hingga kemerahan, seiring perkembangan bronkitis yang bersifat akut atau kronis.

Biasanya penyakit yang sangat sering terjadi ini berkembang dari pilek atau infeksi pernapasan lainnya. Bronkitis kronis, suatu kondisi yang lebih serius, adalah iritasi yang konstan atau peradangan pada selaput saluran bronkial, sering kali disebabkan karena merokok.

Bronkitis akut adalah adalah batuk yang berlangsung selama lima hari atau lebih. Terkadang penderita bronkitis akut berulang dapat mengembangkan bronkitis kronis dan/atau infeksi pernapasan. Gejala utama dari bronkitis akut adalah batuk, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, sakit kepala, dan batuk berdahak berwarna bening, kuning, kehijauan atau terkadang berwarna merah darah.

Penyebab bronkitis akut biasanya dikarenakan infeksi virus atau bakteri, namun penyebab lain mungkin termasuk iritan seperti asap rokok, polusi udara, atau bahan kimia.

2. Bronkiektasis

Bronkiektasis adalah pelebaran saluran pernapasan atau bronkus yang abnormal atau cabang-cabangnya yang biasanya menyebabkan peningkatan risiko infeksi.

Bronkiektasis adalah kondisi tabung bronkial di paru menjadi rusak akibat peradangan atau penyebab lain dan otot polos dari saluran bronkial mengalami kerusakan. Kebanyakan dokter menganggap bronkiektasis sebagai bentuk penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), termasuk bronkitis kronis dan emfisema.

Gejala bronkiektasis termasuk batuk berulang dan batuk berdahak berwarna bening tetapi pada akhirnya batuk dahak berdarah jika terjadi cedera pada dinding bronkial. Selain itu, dahak dapat berubah warna menjadi hijau atau kuning ketika terjadi infeksi.

Ketika infeksi berkembang, batuk kronis yang disertai dahak meningkat dan penderita biasanya menjadi lebih lelah dan kehabisan napas ketika fungsi paru-paru menurun.

Sebagian penderitanya mungkin mengalami gejala mengi, penurunan berat badan karena upaya peningkatan yang diperlukan untuk bernapas. Terkadang gejala penyakit primer seperti pneumonia dapat menutupi beberapa gejala bronkiektasis sehingga mungkin lebih sulit untuk mendiagnosis bronkiektasis jika ada penyakit yang mendasarinya.

3. TBC (Tuberkulosis)

Sebanyak 30% kasus dahak berdarah disebabkan oleh penyakit tuberkulosis (TBC). Gejala penyakit TBC yang parah adalah batuk berdarah karena pecahnya pembuluh darah pada saluran pernapasan.

TBC adalah penyakit menular yang berpotensi serius, terutama menyerang paru-paru. Bakteri yang menyebabkan TBC menular dari orang ke orang melalui droplet atau percikan cairan yang dilepaskan ke udara melalui batuk dan bersin.

Tanda dan gejala utama TBC aktif termasuk batuk yang berlangsung tiga minggu atau lebih, batuk darah, nyeri dada, penurunan berat badan, kelelahan, demam, berkeringat di malam hari, dan kehilangan selera makan.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...