Cara Paling Baik Menanggapi Bullying Di Tempat Kerja

Cara Paling Baik Menanggapi Bullying Di Tempat Kerja sumber foto : istimewa

Winnetnews.com - Bullying atau perisakan bisa terjadi pada siapa pun dan dimana pun. Bukan hanya pada remaja di sekolah, bullying di tempat kerja pun sering kali terjadi. Hanya saja, bullying di tempat kerja tidak bisa semudah itu dikenali tanda-tandanya. Kadang, bullying begitu terselubung sehingga Anda yang menjadi korban pun tak menyadarinya. 

Namun, kalau bullying sudah begitu mengganggu, jangan buru-buru mengundurkan diri dari perusahaan. Sebelum memilih jalan keluar terakhir, simak dulu berikut ini bagaimana cara orang cerdas menghadapi tukang bully di tempat kerja.

Jangan remehkan dampak bullying di tempat kerja!

Menurut The Workplace Institute, bullying adalah perilaku yang menganggu bahkan menyakiti kesehatan yang dilakukan secara terus-menerus dalam bentuk kekerasan. Kekerasan tersebut bisa dalam berbagai macam bentuk. Baik itu verbal (kata-kata), perilaku yang menyerang atau menyudutkan, ancaman, mempermalukan, mengintimdasi, hingga menyabotase suatu pekerjaan. Sedangkan kesehatan yang dimaksud di sini bisa mencakup kesehatan fisik maupun kesehatan mental seseorang.

Ada pandangan yang keliru soal bullying. Biasanya, orang-orang berpendapat bahwa bullying berarti perilaku yang dilakukan oleh atasan kepada bawahan. Memang seorang atasan punya kesempatan lebih besar untuk melakukan bullying. Namun, bukan berarti orang-orang yang bukan atasan Anda tidak bisa melakukan bullying. Persaingan atau lingkungan kerja yang tidak sehat bisa memicu orang lain yang satu pangkat atau bahkan pangkatnya di bawah Anda untuk menjadikan Anda sasaran bullying. 

Tak seperti bullying di sekolah, bullying di tempat kerja dilakukan oleh orang dewasa. Orang dewasa tentu memiliki kemampuan pengendalian emosi dan penalaran yang lebih baik ketimbang remaja. Jadi, perilaku bullying di kantor biasanya dilakukan secara sengaja dan penuh perhitungan. 

Dampak langsung dari bullying yang dialami setiap orang berbeda-beda. Namun, umumnya Anda sebagai karyawan akan merasa kehilangan kepercayaan diri, terkadang merasa sakit, bahkan depresi dan kehilangan motivasi dalam bekerja.

Zogby International juga menemukan bahwa 45% orang yang menjadi sasaran bullying di tempat kerja mengalami berbagai masalah kesehatan. Masalah-masalah kesehatan yang muncul antara lain penyakit jantung, sistem imun (daya tahan tubuh) melemah, munculnya gejala kecemasan, hingga gangguan stres pascatrauma (PTSD).

Perusahaan juga bisa menerima dampak buruk dari bullying. Anggota tim menjadi tidak nyaman, stres, tidak fokus, bahkan tidak memiliki komitmen kerja yang baik. Mereka bisa jadi akan sering absen. Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.

Tanda-tanda Anda sedang mengalami bullying di tempat kerja

Banyak orang tidak sadar bahwa mereka sedang jadi korban perisakan di tempat kerja. Padahal, Anda bisa mengamati berbagai tanda dan gejalanya berikut ini.

Diberi tugas dan pekerjaan yang begitu banyak, namun tidak memiliki alasan yang jelas.

Mendapat kritik terus menerus tanpa alasan yang jelas.

Sering diteriaki.

Sering dijadikan bahan lelucon, tak jarang yang menyakitkan hati.

Sering kali diabaikan dan sering tidak diajak dalam berbagai kegiatan, misalnya makan bersama.

Anda gosip tak enak yang tersebar di kantor soal diri Anda.

Dihalang-halangi untuk mendapatkan kenaikan jabatan, bonus, atau kesempatan berharga lainnya.

Tampaknya saya sedang terkena bully di tempat kerja. Lalu apa yang harus saya lakukan?

Guru Besar Psikologi Industri dan Organisasi dari Universitas Indonesia, Dr. Endang Parahyanti, M.Psi menjelaskan dalam Bisnis Indonesia bahwa untuk melawan bullying di kantor, Anda perlu mengembangkan sikap tegas dan jangan merasa sungkan untuk menolak sesuatu yang mengusik kondsisi psikologis kita. Penolakan juga dilakukan dengan cara yang pantas, yaitu dengan menyatakan apa yang dirasakan.

Masih menurut Dr. Endang, Anda sebagai korban bullying harus meningkatkan kepercayaan diri dan tidak berlarut-larut memendam perasaan tidak berdaya. Ini tentu akan bikin performa kerja Anda secara keseluruhan tambah parah. Sebaiknya lakukan langkah-langkah berikut ini.

Bila hanya ada satu orang yang menindas Anda di tempat kerja, usahakan untuk meluruskan dulu masalah Anda dengannya secara empat mata. Beri tahu orang tersebut bahwa perlakuannya terhadap Anda tidak bisa diterima. Anda bisa latihan dulu untuk menyusun kata-kata dan ekspresi wajah dengan orang terdekat, misalnya pasangan atau sahabat Anda.

Ingat, jangan membalas perlakuan tukang bully dengan perlakuan yang sama kejamnya! Bukannya mengubah keadaan jadi lebih baik, cara yang salah ini justru akan memperkeruh keadaan. Tenangkan diri Anda ketika si tukang bully berulah.

Daripada membalas, lebih baik Anda kumpulkan saja semua bukti-bukti bullying yang dia lakukan. Misalnya kalau pelaku mengirimkan pesan dengan nada yang mengancam. Cari juga saksi mata yang bersedia untuk menegaskan kejadian-kejadian yang Anda alami.

Kalau cara ini tidak efektif, bicaralah dengan orang yang memiliki wewenang di tempat kerja, misalnya seorang supervisor, manajer, atau staf dari Human Resource Departement (HRD) adalah pihak-pihak yang ideal untuk diajak bicara dan menemukan penyelesaian yang sesuai dengan aturan dalam perusahaan. Jangan lupa untuk membawa bukti-bukti yang dapat dipercaya. Nah, bicara di sini bukan hanya melaporkan apa yang Anda alami, namun juga mendapatkan nasihat atau masukan-masukan yang tepat.

Bahkan, menurut Fair Work Commission Australia, Anda bisa berbicara dengan serikat pekerja yang ada atau dalam kasus yang serius, memberikan laporan resmi. Tentu ini adalah langkah terakhir jika Anda sudah melakukan langkah-langkah di atas.

Jika Anda merasa bullying sudah mengganggu kesehatan mental atau fisik Anda, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter