Skip to main content

Cara Pemerintah China Selamatkan Pasar Saham dari Krisis

Cara Pemerintah China Selamatkan Pasar Saham dari Krisis
Cara Pemerintah China Selamatkan Pasar Saham dari Krisis

Pemerintah China mencoba untuk menyelamatkan pasar saham dari krisis. Tepatnya ada 10 langkah yang akan dilakukan pemerintah negeri tirai bambu.

Bagi China, krisis ini bukan hanya masalah ekonomi tapi juga politik, itulah mengapa pemerintah setempat rela mati-matian mengeluarkan kebijakan demi melindungi pasar sahamnya.

Sejak 12 Juni 2015 lalu, Indeks Komposit Shanghai sudah anjlok lebih dari 32%, sedangkan Shenzen jatuh 41% sampai perdagangan kemarin.

Melihat hal itu, kemarin China's Securities Finance Corporation (CSF) mengumumkan akan memberikan pinjaman hingga ratusan triliun rupiah kepada para broker, sehingga bisa membeli lebih banyak saham.

Pembelian saham oleh broker ini dilakukan supaya harga saham tidak jatuh terlalu dalam. Juru bicara China Securities Regulatory Commission jatuhnya pasar saham kemarin itu tidak rasional. Namun ada beberapa pihak yang menilai memang sudah bubble.

Barikut daftarnya seperti dikutip dari CNN, Kamis (9/7/2015).

  1. Secara tidak langsung pemerintah membeli saham. Kepanjangan tangan pemerintah, yaitu CSF, menawarkan pinjama US$ 42 miliar (Rp 546 triliun) ke 21 perusahaan sekuritas (broker) untuk membeli saham-saham blue chip.
  2. Saham-saham lapis dua juga diborong. CSF juga menyatakan akan membeli saham-saham lapis dua dan tiga, tanpa menyebut jumlah dana yang disiapkan untuk saham jenis ini.
  3. Stimulus baru. Dana segar US$ 40 miliar (Rp 520 triliun) akan disebar ke berbagai daerah untuk merangsang pertumbuhan ekonomi.
  4. Anggaran belanja digenjot. China akan mempercepat pembangunan aneka infrastruktur, seperti jalan dan layanan umum.
  5. Setengah dari total broker berhenti dagang sementara. Pemerintah memberi izin supaya para perusahaan sekuritas ini cooling down sementara.
  6. Pemegang saham 'gemuk' dilarang jual saham selama 6 bulan. Mulai hari ini, pemegang saham dalam jumlah besar termasuk direksi dan komisaris perusahaan dilarang mengurangi kepemilikan sahamnya selama 6 bulan. Mereka yang melanggar akan diberi sanksi serius.
  7. Tidak ada lagi IPO (untuk sementara). Pemerintah China menolak adanya pencatatan saham baru untuk satu pekan ini.
  8. Bank Sentral pangkas bunga. Bank Sentral China sudah memangkas tingkat suku bunga acuan ke titik terendahnya.
  9. Investor punya kelonggaran untuk tebus agunan. Sekarang investor China punya banyak waktu untuk menebus agunan atas pinjaman yang digunakan untuk membeli saham.
  10. Nilai tukar yuan melemah. Mata uang China sudah melemah cukup dalam terhadap dolar AS. Ada spekulasi mata uangnya masih akan terus melemah. Lemahnya yuan ini membuat ekspor AS ke China lebih murah sehingga menggenjot konsumsi dalam negeri.
(jk)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top