Catatan Kadin Indonesia, 6 Juta Jiwa Masih Dirumahkan dan di-PHK
Ilustrasi korban PHK. (Foto: KBR.id)

Catatan Kadin Indonesia, 6 Juta Jiwa Masih Dirumahkan dan di-PHK

Selasa, 23 Jun 2020 | 15:26 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Jumlah pekerja yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Indonesia terbilang tinggi. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mencatat jumlah pekerja yang dirumahkan lebih besar hingga 90 persen, jika ditotal antara PHK dam dirumahkan kurang lebih mencapai 6 juta jiwa.

Mulai dibukanya sistem perekonomian dengan mekanisme Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi diprediksi berefek pada menggeliatnya aktivitas ekonomi meski belum sepenuhnya normal seperti sediakala. Hal ini disebabkan masih banyaknya para pekerja yang masih dirumahkan.

Dilansir dari CNBCIndonesia, Selasa (23/6), Wakil Ketua Kadin Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani mengataka, selama pandemi menurut sejumlah laporan asosiasi, jumlah pekerja yang dirumahkan dan PHK mencapai 6 juta orang. 

Kendati demikian, berdasarkan data Kemenaker per 27 Mei 2020, sektor formal yang dirumahkan mencapai 1.058.284 pekerja dan yang di-PHK sebanyak 380.221 orang pekerja.

"Data asosiasi sudah lebih 6 juta dirumahkan dan PHK, yang sekarang banyak yang masih dirumahkan," kata Shinta.

Ia mengakui semenjak ada pembukaan ekonomi kembali pada pertengahan Juni 2020 memang ada denyut ekonomi yang mulai bergerak, tapi masih butuh waktu lagi untuk bisa ke kondisi normal.

"Setelah pelonggaran PSBB, perbaikan jelas ada, sebelumnya aktivitas ekonomi berhenti, sekarang perlahan dibuka, cuma tak bisa langsung, perlahan dan bertahap," katanya.

Ia mengatakan, dari sisi permintaan saat ekonomi mulai dibuka tak langsung lompat karena butuh proses apalagi sektor-sektor yang bukan primer. Sedangkan sektor-sektor ritel seperti mal yang sudah buka pun tak langsung bergeliat pesat.

"Kegiatan mal itu tak bisa langsung. Ada cashflow yang sudah parah, perlu ada bantuan," tukasnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...