Catcalling, Bukan Semata Canda
Artwork via Magdalene

Catcalling, Bukan Semata Canda

Selasa, 10 Des 2019 | 12:00 | Naomi Sista Salsabila Agusta

Winnetnews.com - Pelecehan seksual merupakan suatu tindakan seksual yang tidak diinginkan, menyinggung dan mengganggu pihak yang dituju. Pelecehan seksual membuat korban merasa terintimidasi dan dipermalukan. Hal ini kerap kali terjadi di kota-kota besar di Indonesia, khususnya Jakarta. Pelecehan seksual dapat terjadi di berbagai tempat, sekalipun tempat tersebut merupakan tempat umum.

Selama tahun 2019, Komisi Nasional anti kekerasan terhadap Perempuan (KOMNASPER) menyatakan jumlah pelecehan seksual yang terjadi di Jakarta. Angka tersebut merupakan bagian dari 2.318 laporan yang masuk sejak awal 2018 hingga Maret 2019 .

Menurut catatan tahunan (CATAHU) yang dimuat oleh KOMNASPER pada ranah publik dan komunitas kekerasan terhadap perempuan tercatat 3.915 kasus. 64% kekerasan terhadap perempuan di Ranah Publik atau Komunitas Seksual yaitu Pencabulan (1.136), Perkosaan (762) dan Pelecehan Seksual (394).

image0
Sumber: Catatan tahunan KOMNASPER

Pelecehan seksual tertuju kepada siapa saja, terkadang seseorang tidak menyadari bahwa mereka telah mengalami pelecehan karena kurangnya rasa peduli atau bahkan pengetahuan mereka tentang pelecehan seksual.

Catcalling merupakan salah satu contoh bentuk pelecehan seksual verbal yang kerap kali dihiraukan. Begitu banyak korban yang tidak tahu bagaimana harus bereaksi saat hal tersebut terjadi kepada dirinya atau orang didekatnya. Sebuah siulan atau panggilan-panggilan godaan yang kaum laki-laki lontarkan di pinggir jalan dilakukan secara spontan dan bahkan mereka menganggap hal tersebut adalah hal yang lumrah semata canda. Padahal hal tersebut sudah termasuk pelecehan seksual yang terjadi di ranah publik atau bahkan menjadi pintu masuk untuk melakukan pelecehan-pelecehan yang lain dengan tingkat yang lebih tingi resikonya.

Godaan-godaan yang dilontarkan adalah hal yang sangat mengganggu dan membuat perempuan merasa tidak nyaman, terancam atau bahkan direndahkan.

Apakah pakaian yang terbuka menjadi penyebab utama pelecehan seksual?

Hannah Al-Rashid, seorang aktris di Indonesia, mengaku sebagai korban pelecehan seksual di Indonesia yang terjadi di tempat umum. Pernyataan Hannah menguatkan hasil survei terbaru tentang seksual pelecehan di ruang publik. Dalam survei yang dilakukan oleh Hollaback! Jakarta, perEMPUan, Lentera Sintas Indonesia, Perempuan Lintas Feminis Jakarta, dan Change.org, mayoritas korban pelecehan seksual di ruang publik tidak memakai pakaian 'seksi', namun mengenakan celana panjang atau rok (18%), jilbab (17%) dan kemeja lengan panjang (16%). Hasil survei juga menunjukkan bahwa mayoritas korban mengalami pelecehan siang hari (35%) dan malam (25%).

Apakah cara yang tepat untuk menghindari catcalling?

Cara yang tepat untuk menghindari catcalling adalah menghindari jalanan yang terdapat kumpulan laki-laki. Laki-laki kerap kali melakukan catcall saat mereka sedang berjumlah banyak, hal tersebut dilakukan karena rasa percaya diri mereka lebih tinggi dan meredam rasa takut jika korban berani menegur dan melawan.

***

 

Naomi Sista Salsabila Agusta adalah mahasiswa London School of Public Relations Jakarta.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...