Cedera Ini Sering Terjadi bagi Pelari
ilustrasi

Cedera Ini Sering Terjadi bagi Pelari

Senin, 24 Jun 2019 | 09:18 | Rusmanto

Winnetnews.com -  Berlari adalah salah satu olahraga yang mudah dilakukan, namun ia juga merupakan salah satu olahraga yang paling sering menyebabkan cedera pada kaki. Baik pelari yang sudah berpengalaman maupun pemula, cedera tetap dapat terjadi pada kaki. Cedera dapat terjadi di berbagai bagian kaki, yang pada umumnya disebabkan karena adanya tekanan berlebih saat berlari.

1. Cedera lutut

Dikenal juga sebagai runner’s knee, merupakan cedera akibat pergeseran tulang pada bagian sekitar tulang lutut akibat jaringan tulang muda (cartilage) lutut yang kehilangan kekuatannya. Beberapa gerakan saat berlari yang melibatkan lutut menyebabkan pergeseran sehingga terjadi nyeri.

Jika Anda mengalami nyeri di sekitar lutut setelah berlari, segera tangani cedera dengan lakukan peregangan dan kompres dengan es menggunakan handuk dalam beberapa kali sehari. Hindari aktivitas berlari selama Anda mengalami nyeri di sekitar lutut. Apabila tidak kunjung membaik atau bahkan memburuk dalam waktu lebih dari satu minggu, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

2. Plantar fasciitis

Merupakan nyeri pada telapak kaki yang diakibatkan inflamasi. Cedera ini terjadi karena sering berlari pada permukaan yang tidak rata. Permukaan kaki mengalami tekanan dari permukaan akibat sepatu tidak dapat menyerap tekanan juga menyebabkan inflamasi pada telapak kaki. Untuk mengurangi rasa sakit, pijatlah kaki dengan menginjak dan menggulirkan bola tenis dalam posisi duduk.  Mengistirahatkan kaki hingga pulih juga diperlukan agar cedera tidak datang kembali.

3. Achilles tendinitis

Merupakan cedera pada otot penghubung pada kaki bagian belakang (tendon). Cedera ini biasanya disertai dengan inflamasi yang menyebabkan rasa nyeri dan tendon menjadi kaku. Gerakan penarikan yang berulang seperti pada saat berlari dengan jarak jauh dapat menyebabkan luka pada tendon. Penanganan yang paling tepat adalah dengan cara mengistirahatkan kaki dan hindari tekanan atau penarikan berlebih pada tendon. Lakukan relaksasi dengan cara memijat perlahan bagian yang cedera dan kompres dengan menggunakan es. Jika tiba-tiba terjadi peningkatan rasa nyeri disertai pembengkakkan yang lebih parah, segera konsultasikan ke dokter anda karena kemungkinan hal itu pertanda inflamasi pada tendon bertambah parah.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...