Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Tjahjo Kumolo Usul Libur Lebaran 2021 Dipangkas
 Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo (Foto: dok. Setkab)

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Tjahjo Kumolo Usul Libur Lebaran 2021 Dipangkas

Rabu, 17 Feb 2021 | 14:34 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo mengusulkan libur Hari Raya Idulfitri atau lebaran hingga libur Tahun Baru 2022 dipangkas demi mencegah lonjakan kasus Covid-19 saat musim libur panjang.

"Kami usulkan supaya libur Idulfitri [sampai] tahun baru enggak ada H-5 atau H+5, atau H-10 H+10, diperpendek, dengan protokol kesehatan yang ketat, disiplin," kata Tjahjo dalam acara Penghargaan Pelayanan Publik Lingkup Polri yang disiarkan di kanal YouTube Kementerian PANRB, Selasa (16/2).

Seperti diketahui, pemerintah telah menetapkan cuti  Hari Raya Idul Fitri 2021 jatuh pada 12 Mei dan 17-19 Mei 2021.

Menurut Tjahjo, pemangkasan hari libur itu nantinya akan dibarengi dengan aturan sanksi bagi para ASN maupun anggota TNI-Polri yang berlibur ke luar kota.

"Dan sanksi yang tegas baik bagi ASN, TNI-Polri, dan bisa beri contoh ke masyarakat," kata dia.

Ia menilai pemangkasan cuti bersama dan larangan ke luar kota untuk ASN efektif untuk mencegah penularan kasus baru Covid-19. Hal tersebut, menurutnya dapat dilihat dari kebijakan  larangan ASN, TNI dan Polri ke luar kota saat libur panjang Imlek 12-14 Februari 2020 lalu mampu menurunkan penambahan pasien Covid-19 hingga 25 persen.

"Kemarin [kasus corona] sudah menurun 25 persen saat libur Imlek," kata dia.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...