CEO Go-Jek Buka Suara Soal Pendapatan Driver Ojek Online
Foto:Istimewa

CEO Go-Jek Buka Suara Soal Pendapatan Driver Ojek Online

Rabu, 28 Mar 2018 | 08:46 | Cindy Cesilia

WinNetNews.com-  Pasca demo yang dilakukan para driver ojek online kemarin Selasa 27/3/2018 didepan Istana Merdeka, Jakarta. CEO Go-Jek, Nadiem Makarim menyatakan pendapatan supir atau driver Go-Jek sudah melampaui Upah Minimum Regional (UMR) DKI Jakarta.

Upah tersebut diklaimnya sudah bisa membantu sebagian masyarakat Indonesia. Ia menyebutkan saat ini UMR di DKI Jakarta sekitar Rp3 juta. Sedangkan pendapatan driver Go-Jek sudah melebihi Rp4 juta.

"UMR di Jakarta itu sekitar Rp3 juta. Pendapatan driver Go-Jek sekitar Rp4 juta, Rp 4,2 juta sampai Rp4,3 juta. Itu rata-rata," kata Nadiem. 

Nadiem juga menjelaskan perusahaan yang didirikannya itu juga sudah mempekerjakan 1,5 juta orang di seluruh pelosok Indonesia. Menurutnya, itu sudah membantu masyarakat Indonesia menjadi lebih sejahtera. "Saat ini Go-Jek termasuk sebagai perusahaan besar di Indonesia karena mempekerjakan 1,5 juta orang," lanjut Nadim. 

Selain itu, Nadiem juga menambahkan berdasarkan riset yang dilakukan Universitas Indonesia, Go-Jek membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Tercatat, dampak tersebut sekitar Rp8,2 triliun per tahun. "Kemarin ada research UI bahwa dampak Go-Jek terhadap ekonomi Indonesia itu Rp8,2 triliun per tahun," kata Nadiem. 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...