Ceramah Dosen Ini Ungkap 10 Tokoh PKI di Istana dan DPR
Foto: Istimewa

Ceramah Dosen Ini Ungkap 10 Tokoh PKI di Istana dan DPR

Kamis, 9 Mar 2017 | 09:01 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com – Salah satu video ceramah Alfian Tanjung sangat menohok. Ia membeberkan daftar 10 tokoh PKI yang menurutnya cukup terkenal. Lebih mengejutkan bahwa sebagian besar dari tokoh-tokoh yang disebut Alfian Tanjung itu merupakan anggota DPR RI dan pejabat negara. Dalam video tersebut, Alfian Tanjung mengawali ceramahnya dengan mengutip pernyataan kader PKI bernama Sudisman sebelum dihukum mati.

“Dia (Sudisman) mengatakan, jika saya mati, sudah tentu bukan berarti PKI ikut mati bersama dengan kematian saya. Tidak, sama sekali tidak. Walaupun PKI sekarang sudah rusak berkeping-keping, saya tetap yakin ini hanya bersifat sementara. Dan dalam peran sejarah nanti, PKI akan tumbuh kembali, sebab PKI adalah anak zaman yang dilahirkan oleh zaman,” ujar Alfian Tanjung mengutip pernyataan Sudisman.

Ceramah yang disampaikan Alfian Tanjung itu berlangsung di Solo dan diunggah ke Youtube pada 24 Desember 2016 oleh akun islam channel 01. Video tersebut berdurasi 52 menit 16 detik.

Lalu dalam wawancaranya dengan sebuah majalah yang kemudian diunggah di situs dari majalah itu, Alfian Tanjung menyebut nama-nama yang cukup dikenal oleh publik. Sebut saja mulai dari Teten Masduki, Ribka Ciptaning, Dita Indah Sari, Basuki Tjahja Purnama ata Ahok bahkan nama Nezar Patria juga disebut-sebut dalam setiap ceramah Alfian sebagai Neo-PKI.

image0

Gara-gara ceramah-ceramahnya soal PKI itu, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki melaporkan Alfian Tanjung ke Bareskrim Polri.

“Kami melaporkan seseorang yang bernama Alfian Tanjung yang memberikan beberapa pernyataan di beberapa tempat yang mengatakan klien kami, Bapak Teten Masduki, adalah PKI dan juga mengatakan kantor Kepala Staf Presiden (KSP) menjadi sarang PKI,” ujar pengacara Teten Masduki, Ifdhal Kasim, setelah melapor di Bareskrim, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Pernyataan Alfian soal paham komunis dan kegiatan PKI itu dianggap sudah mendelegitimasi institusi yang berada langsung di bawah presiden. Tudingan soal PKI itu merusak peran KSP, yang ikut mengelola strategi program pemerintahan.

“Kita melihat ada usaha-usaha yang serius secara pelan-pelan, ya, mengganggu kehidupan demokrasi yang didasarkan pada Pancasila ini. Karena kita melihat ada upaya sistematis ke arah sana, maka klien kami mengambil keputusan untuk menempuh jalur hukum ini,” tegasnya.

Sebelum melapor ke Bareskrim, Teten lebih dulu mensomasi Alfian Tanjung. Teten meminta Alfian Tanjung menarik ucapannya dan meminta maaf. Namun somasi itu tak diindahkan Alfian Tanjung.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...