(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Cerita Penumpang Citilink Yang Tergelincir

Yudha Raditya
Yudha Raditya

Cerita Penumpang Citilink  Yang Tergelincir

image0

Padang - Pesawat Citilink dengan kode penerbangan QG970 rute Jakarta-Padang yang tergelincir di Bandara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Minggu, 2 Agustus 2015, membawa 178 penumpang. 

Aidah, 60 tahun, penumpang pesawat Citilink QG970, mengaku, sebelum landing, ada peringatan dari awak kabin untuk menggunakan sabuk pengaman karena buruknya cuaca.

"Saat landing, terjadi benturan tiga kali. Lalu pesawat meluncur ke rumput dan berhenti," ujarnya kepada Tempo di Bandara Minangkabau, Minggu, 2 Agustus 2015.

Penumpang pun panik. Untungnya, ucap Aidah, pintu darurat cepat terbuka, sehingga penumpang bisa keluar segera. "Kayak ada asap gitu. Makanya kita berpikir ada yang terbakar," tuturnya.

Tiba di luar, mereka disambut hujan deras dan banjir. Penumpang terlihat basah kuyup saat dievakuasi ke terminal. Aidah melihat ada empat penumpang yang dilarikan ke rumah sakit, di antaranya tidak sadarkan diri.

Penumpang lain, Buyung Deni, 65 tahun, mengatakan, lima menit sebelum kejadian pesawat berguncang, "Setelah roda jatuh ke runway, terdengar bunyi barrr.... Kayak tabrakan gitu," ucapnya.

Arman, 50 tahun, penumpang lain, berujar, setengah jam sebelum mendarat, ada goncangan di pesawat. Informasi dari awak kabin, cuaca buruk. Penumpang diminta menggunakan sabuk pengaman.

"Saat landing, tiba-tiba ada benturan tiga kali, kayak bertabrakan gitu. Lampu pun padam," tuturnya.

Penumpang pun panik. Amran berusaha keluar dari pintu darurat. "Di luar hujan. Kami basah kuyup," katanya.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});