(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Cermat Memilah, Cerdik Membagi, Perangi Hoax!

Oky
Oky

Cermat Memilah, Cerdik Membagi, Perangi Hoax! Sumber Foto : Istimewa

Winnetnews.com - Di era modern ini, informasi bukanlah hal yang sulit untuk didapatkan. Perkembangan teknologi di zaman sekarang sangat membantu masyarakat dalam mencari informasi yang ter- up to date. Bahkan masyarakat dapat dengan mudah menyebarkan informasi baik melalui blog pribadi maupun sosial media mereka. Namun, beberapa orang justru menyalahgunakan perkembangan teknologi ini, salah satunya dengan menyebarkan berita palsu atau yang kita kenal dengan sebutan hoax.

Saat ini hoax sudah menyerupai berita asli, bahkan dilengkapi dengan data yang seolah-olah adalah fakta. Hoax bukanlah ancaman ringan bagi negara ini. Faktanya tidak sedikit berita hoax yang menyebabkan perselisihan antar kelompok, suku, dan ras. Dan hoax juga menyebabkan kerugian bagi pihak yang menjadi korban, mulai dari kehilangan reputasi, materi, atau bahkan nyawa korban.

Masih ingatkah anda berita mengenai 7 kontainer surat suara tercoblos? Itu adalah salah satu contoh hoax yang bisa memberikan dampak khususnya untuk Pemilu yang akan diadakan pada beberapa bulan kedepan. Penyebaran berita palsu / hoax menjadi lebih mudah dan marak saat ini, karena sudah banyak orang yang menggunakan sosial media seperti Instagram, Twitter, dan lainnya di smartphone mereka. Dengan banyaknya informasi yang dapat disebar secara bebas di sosial media, maka menjadi lebih sulit untuk membedakan apakah informasi tersebut adalah valid atau tidak valid.

Ada juga yang menyebarkan ujaran kebencian dengan memfitnah individu atau kelompok tertentu di sosial media dengan tujuan untuk menjatuhkan reputasi individu atau kelompok yang dituju, sehingga para pembaca mempercayai informasi tersebut dan menyebarluaskan informasi yang tidak benar tersebut.

Dalam menanggapi kasus hoax yang beredar, pemerintah telah membuat undang-undang yang mengatur tentang pelanggaran hoax tersebut. Bagi penyebar hoax akan dikenakan KUHP, Undang-Undang No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Undang-Undang No.40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, serta tindakan ketika ujaran kebencian telah menyebabkan terjadinya konflik sosial.

Hoax bisa dibuat oleh siapapun, dimanapun bahkan kapanpun. Tentu saja kita sebagai masyarakat juga harus mencegah penyebaran hoax itu sendiri dengan lebih berhati-hati saat membaca satu berita atau informasi tertentu, terlebih jika ada berita dengan judul provokatif yang langsung mengarah kepada satu pihak.

Akan lebih baik juga jika kita membaca berita ataupun informasi dari sumber-sumber yang telah terpercaya sebagai situs berita resmi. Dan jangan mudah percaya dan langsung membagikan informasi yang berasal dari situs yang tidak resmi.

Jika kita membaca berita atau informasi dari satu situs, selalu pastikan dan periksa fakta-faktanya sebelum kita hendak membagikan berita tersebut kepada orang lain. Ketika seseorang mendapatkan informasi dan langsung mempercayai informasi tersebut tanpa melakukan identifikasi lebih dalam lagi mengenai berita yang ternyata merupakan hoax, pada waktu yang bersamaan orang tersebut bisa menjadi pelaku penyebar hoax secara tidak sadar karena kecerobohannya mempercayai suatu informasi.

Perlu disadari juga bahwa pentingnya memberikan pendidikan kepada “gadget users” tentang cara menggunakan sosial media yang baik dan benar agar dapat menekan angka penyebaran berita hoax di Indonesia.

 

Ditulsi oleh Nathania Astria S

Mahasiswi London School of Public Relations

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});