Ceroboh dan Tak Hargai Privasi, Seorang Petugas Bandara Gimpo Ini Buat Penggemar Dahyun TWICE Geram! 
Foto: Naver x Dispatch

Ceroboh dan Tak Hargai Privasi, Seorang Petugas Bandara Gimpo Ini Buat Penggemar Dahyun TWICE Geram! 

Senin, 30 Des 2019 | 10:25 | Nisa Diniah

Winnetnews.com - Insiden tak terduga dialami oleh salah satu member girlgroup TWICE, Dahyun. Dahyun dan para penggemar TWICE dibuat geram dengan ulah salah satu petugas bandara Gimpo, Korea Selatan. Bahkan, Dahyun juga tak bisa menyembunyikan kekesalannya pada petugas bandara tersebut karena bersikap seolah tak menghargai privasinya.

Baru-baru ini, Dahyun bersama para member TWICE lainnya terlihat di Bandara Gimpo untuk betolak ke untuk jadwal di luar negeri. Pada video yang diunggah media Korea, nampaknya Dahyun dibuat geram oleh sikap ceroboh salah satu staf bandara.

Saat melakukan pengecekan paspor, seorang petugas wanita membuka paspor milik Dahyun dengan lebar ke hadapan kamera media dan penggemar. Mengetahui sikap ceroboh petugas wanita tersebut, Dahyun pun langsung menyadarinya dan dengan cepat menutup paspornya dan menunjukkan ekspresi geram kepada staf tersebut.

Hal ini tentu saja sangat berbahaya karena kamera yang cukup tajam bisa dengan mudah menangkap informasi pribadi Dahyun di paspor tersebut. Video tersebut langsung viral di kalangan penggemar K-Pop di media sosial. Mereka mengaku ikut geram dengan sikap ceroboh petugas bandara itu.  

image0

Hal ini sendiri sebelumnya disinggung oleh member TWICE di siaran V Live bahwa penggemar mampu menelepon mereka karena informasi sekilas yang terlihat saat mereka di bandara. Para penggemar langsung mengadukan hal ini pada agensi TWICE, JYP Entertainment.

Tak lama kemudian, JYP Entertainment merilis pernyataan mengenai Dahyun dan informasi pribadinya terungkap di bandara melalui laman komunitas penggemar resmi. Pihak agensi menyatakan: 

“Pagi hari ini di bandara, informasi pribadi member Dahyun termasuk nomor identifikasi uniknya seperti nomor registrasi penduduknya (No. KTP) direkam, bocor, dan disebarkan secara online. Membocorkan dan menyebarkan informasi pribadi bertentangan dengan Undang-Undang Perlindungan Informasi Pribadi dan undang-undang lainnya, dan kami meminta Anda untuk segera menghentikan penyebaran informasi tersebut. Kami juga memberi tahu Anda bahwa kami akan mengambil tindakan hukum berdasarkan undang-undang yang sesuai mengenai situasi saat ini atas penyebaran dan setiap sirkulasi berkelanjutan (dari informasi). Terima kasih."

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...