Cetak Sejarah, Isdianto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Bukan Hasil Pilkada
Foto: Batamnews

Cetak Sejarah, Isdianto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Bukan Hasil Pilkada

Rabu, 29 Jul 2020 | 10:30 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Pengamat politik  Endri Sanopaka menyebut Isdianto yang dilantik jadi Gubernur Kepulauan Riau definitif pada Senin 27 Juli 2020 mencetak sejarah baru di Indonesia.

"Jadi pelantikan Isdianto sebagai Gubernur Kepri definitif Senin sore sebagai sejarah baru, yang belum pernah terjadi di Indonesia," kataEndri di Tanjungpinang, Selasa (28/7).

Hal unik lain usai dilantiknya Isdianto sebagai Gubernur definitf adalah dalam satu periode (2015-2020) terdapat tiga orang berbeda yang menjabat Gubernur Kepri.

Tiga orang itu antara lain  HM Sani (almarhum), Nurdin Basirun dan Isdianto. Isdianto merupakan adik kandung dari Sani.

"Dalam satu periode pun ada abang dan adik yang memimpin Kepri," ucapnya, yang juga Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Raja Haji Tanjungpinang.

Isdianto dianggap mencetak sejarah baru di Indonesia dikarenakan menggunakan saluran lain selain Pilkada untuk mendapatkan posisi Gubernur. Saluran demokrasi tersebut mempunyai legitimasi walaupun nama Isdianto tidak pernah tercatat sebagai calon Gubernur Kepri pada Pilkada.

"Ini menarik untuk diteliti, mulai dari proses awalnya hingga berhasil menjabat sebagai Gubernur Kepri," lanjut Endri.

Perjalanan Isdianto untuk menjadi gubernur definitif tidaklah sebentar. Menugtip dari Antara, HM Sani, kakak kandung dari Isdianto, yang berhasil memenangkan Pilkada 2015 berpasangan dengan Nurdin Basirun. Namun Sani yang sudah dua periode menjabat sebagai Gubernur Kepri meninggal dunia pada 8 April 2016 sehingga membuat jabatan gubernur pun beralih ke Nurdin Basirun.

Isdianto yang ketika itu menempati posisi sebagai pejabat Eselon II Pemprov Kepri menacalonkan dirinya sebagai Wakil Gubernur Kepri usai memperoleh dukungan dari partai pengusung HM Sani-Nurdin Basirun yakni Partai Demokrat, Partai Nasdem, PPP dan PKB.

Namun upaya tersebut tak membuahkan hasil hingga akhirnya Isdianto masuk ke PDIP untuk memuluskan langkahnya sebagai Wakil Gubernur Kepri mendampingi Nurdin Basirun. Puncaknya, 27 Maret 2018 Isdianto resmi menjadi Wakil Gubernur Kepri dari kader PDIP.

Nurdin Baisirun kemudian ditangkap  KPK pada 10 Juli 2019 dan Isdianto menjabat sebagai Plt Gubernur Kepri. Hubungan Isdianto dengan pengurus PDIP retak hingga akhirnya ia dikeluarkan dari PDIP menjelang Pilkada Kepri 2020. Satu tahun lebih tiga bulan kemudian, Isdianto akhirnya resmi dilantik sebagai Guberbur Kepri.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...