Cetuskan Energi Sawit Ramah Lingkungan, Indonesia Teken Kerjasama dengan Meksiko
Foto: Dok. Kementerian Luar Negeri RI

Cetuskan Energi Sawit Ramah Lingkungan, Indonesia Teken Kerjasama dengan Meksiko

Selasa, 26 Nov 2019 | 09:23 | Amalia Purnama Sari

Winnetnews.com - Indonesia dan Meksiko baru saja mengadakan pertemuan Komite Konsultatif Pertanian (Consultative Committee on Agriculture) di Mexico City, Meksiko, pada 21-22 November 2019 lalu. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia diwakili oleh Kepala Biro Kerjasama Laur Negeri Kementerian Pertanian dan Dubes RI untuk Meksiko. Untuk meksiko, delegasi yang mewakili adalah Koordinator Jenderal Kerjasama Internasional Kementerian Pertanian (SADER).

Beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut antara lain penjajakan kerjasama penguatan industri ternak sapi di Indonesia; kerjasama genetic improvement beberapa komoditas pertanian yaitu kelapa, kelapa sawit, kakao, dan kopi; serta akselerasi fasilitasi akses pasar komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan. Dalam hal industri ternak sapi, disampaikan bahwa kebutuhan konsumsi daging sapi Indonesia mencapai 500 ribu ekor per tahun dan sampai saat ini masih harus dipenuhi dari impor. Indonesia mengharapkan kiranya dapat dijajajki kerjasama perdagangan sapi bakalan dengan Meksiko yang juga diharapkan dapat sekaligus meningkatkan populasi sapi betina produktif di Indonesia, sejalan dengan mandat Permentan 41 Tahun 2019, yang mengatur perlunya rasio 1:20  antara indukan dan bakalan dalam importasi bakalan.

image0
Foto: Dok. Kementerian Luar Negeri RI

Sementara terkait isu kelapa sawit, Indonesia mengundang Mexico untuk riset bersama pengembangan renewable energy (biofuel) berbasis kelapa sawit, di mana saat ini Indonesia sudah berhasil menerapkan program B-20 dan menuju B-30. Selain itu Indonesia menawarkan kerjasama penanggulangan penyakit kelapa sawit dengan Meksiko. Meksiko menyambut baik kesempatan untuk belajar dari Indonesia mengenai pengembangan kelapa sawit, termasuk untuk pengembangan biofuel. Meksiko juga menyampaikan minat untuk mengeksplorasi kemungkinan kerjasama pengembangan biofuel berbasis produk lain, misalnya minyak jarak dan jathropa, yang dapat ditanam di lahan marginal.

Terkait dengan akses perdagangan, Indonesia berminat untuk mengekspor buah buahan tropis eksotis seperti salak, manggis dan nanas. Lebih lanjut, delegasi Indonesia juga mengangkat isu larangan ekspor udang dari Indonesia ke Meksiko (efektif tahun 2015). Indonesia telah mengundang Meksiko untuk mengevaluasi ulang kondisi Indonesia, namun namun sampai saat ini belum dilakukan oleh Meksiko. Dalam hal ini pihak Meksiko  menyampaikan komitmennya untuk melakukan upaya pencabutan larangan impor udang tersebut. Di sisi lain, Meksiko menyatakan minatnya untuk memasukkan produk halalnya ke pasar Indonesia. Disampaikan bahwa saat ini sudah ada 60 perusahaan Meksiko yang mendapatkan sertifikasi halal, khususnya dari lembaga Instituto Halal (Spanyol). Delegasi RI menegaskan bahwa sertifiksi halal untuk ekspor ke Indonesia harus mematuhi regulasi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia melalui BPJPH.

Pertemuan Komite Konsultatif Pertanian/Consultative Committee on Agriculture (CCA) Indonesia-Meksiko merupakan forum untuk membicarakan berbagai hal terkait isu pertanian yang menjadi perhatian bersama kedua pihak, termasuk untuk meningkat kerjasama antara Indonesia dan Meksiko.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...