China Ada Kemungkinan Mau Devaluasi Yuan Lagi

Rusmanto
Selasa, 08 September 2015 09:26 WIB
Oleh Rusmanto pada Selasa, 08 September 2015 09:26 WIB
Image China Ada Kemungkinan Mau Devaluasi Yuan Lagi

Menurut Direktur Eksekutif Mandiri Institut Destry Damayanti masih ada kemungkinan China kembali mendevaluasi mata uangnya, yuan.

Apabila hal ini terjadi, dipastikan sejumlah negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia akan kembali terkena dampaknya.

"Kalau ada pergerakan di China, kita pasti akan kena dampaknya. Kalau Tiongkok devaluasi terus, competitiveness Malaysia, Thailand, dan Vietnam akan berkurang. Mau enggak mau mereka ikut mendevaluasi. Saya melihat masih ada peluang devaluasi yuan lanjutan," ujar Destry Senin (7/9/2015).

Menurutnya pengaruh ekonomi China di kawasan Asia sangatlah besar. Bahkan, Destry juga menyebutkan China sudah menanamkan jangkar ekonominya di Asia. Dengan begitu, jika ada sedikit perubahan pada ekonomi negara tersebut, hal itu akan dirasakan oleh negara-negara Asia termasuk Indonesia.

"Trend ekonomi di China kan masih terus memburuk, dia sudah beberapa kali menurunkan suku bunga dan ternyata enggak bisa mendorong ekonomi mereka. Mau enggak mau mereka mendorong lagi ekspornya dia dengan cara mendevaluasi yuan lagi," kata dia.

Sebelumnya, ekonomi China tumbuh pesat. Pada 2012, pertumbuhan ekonomi China mulai melambat. Akhirnya, untuk menggenjot ekspor, China memutuskan mendevaluasi mata uangnya. Akibat keputusan itu, sejumlah mata uang negara di Asia terguncang. Index saham gabungan dibeberapa negara juga tertekan.

Waspadai Bumbu Masakan Ini
Daley Blind Kembali ke Ajax Amsterdam

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.