China Bikin Wanita Ini Pusing Tujuh Keliling

China Bikin Wanita Ini Pusing Tujuh Keliling

Janet Yellen bisa dibilang wanita paling perkasa di dunia. Terutama komentarnya soal rencana The Federal Reserve (The Fed) yang ia pimpin untuk menaikkan tingkat suku bunga. Banyak pelaku pasar percaya bank sentral AS itu akan menaikkan suku bunganya dalam waktu dekat.

Tapi ada sesuatu terjadi di luar dugaan. Mulai Selasa pekan ini, bank sentral China yaitu The People's Bank of China, dengan sengaja melemahkan yuan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

China sengaja melakukan ini untuk meningkatkan daya saing ekspornya yang pada Juli lalu melambat. Akibatnya, banyak orang bertanya-tanya, The Fed jadi naikkan suku bunga?

Sebab, dengan mahalnya dolar AS, maka produk-produk seperti buatan Apple atau Coach akan menjadi lebih mahal lagi ketika dijual ke konsumer.

Nah, jika Yellen memutuskan menaikkan suku bunga, yang sudah ditahan rendah lebih dari 10 tahun, maka dolar AS bisa makin perkasa. Semakin tinggi dolar AS, semakin merugikan ekspor AS karena produknya makin mahal.

Sebaliknya bagi China, produk-produk yang dijualnya menjadi semakin murah sehingga bisa menyerbu pasar AS dengan mudah.

Ini yang akhirnya membuat Yellen pusing tujuh keliling. Mau diam saja, salah. Naikkan suku bunga, juga salah.

"Jika gejolak di pasar ini masih berjalan, The Fed akan menahan rencana itu (naikkan suku bunga). Mereka (The Fed) tidak mau bikin gejolak tambahan, mereka kan seperti bank sentralnya dunia," kata Kepala Ekonom Mesirow Financial, Diane Swonk, seperti dikutip CNN, Kamis (13/8/2015).

Sudah dua hari ini yuan melemah terhadap dolar AS. Masih belum diketahui sampai kapan China berniat melemahkan yuan. Saat ini yuan sudah mencapai titik terendahnya dalam tiga tahun.