China Devaluasi Yuan

Rusmanto
Rusmanto

China Devaluasi Yuan

Bank sentral China mengumumkan penurunan nilai yuan terhadap dolar AS hampir dua persen, dan ini merupakan penurunan terbesar sejak pematokan mata uang itu terhadap greenback dilepas pada 2005. Bank sentral China, People's Bank of China (PBoC), menetapkan tingkat referensi harian untuk yuan di 6,2298 terhadap satu dolar AS, dibandingkan dengan 6,1162 yuan sehari sebelumnya, secara efektif 1,86 persen lebih rendah.

Langkah mengejutkan itu mengirim riak ke seluruh pasar mata uang Asia, mengirim dolar Australia jatuh 0,90 persen menjadi 73,47 sen AS. Dolar AS juga menguat terhadap won Korea Selatan dan rupee India, dan diperdagangkan di 124,89 yen pada perdagangan sore di Tokyo, naik dari 124,72 yen di New York pada Senin sore.

Sementara itu Euro merosot setelah diberitakan bahwa Yunani telah mencapai kesepakatan dengan para kreditornya tentang target fiskal, meninggalkannya di jalur untuk kesepakatan dana talangan guna mencegah sebuah gagal bayar pada 20 Agustus. Mata uang tunggal berpindah tangan pada US$1,0970 dan 136,91 yen terhadap 1,1019 dolar dan 137,31 yen.

Dolar jatuh di New York terhadap euro pada Senin karena beberapa pejabat Federal Reserve memberi petunjuk baru tentang waktu kenaikan tingkat suku bunga bank sentral. Setelah laporan ketenagakerjaan AS untuk Juli yang kuat pada Jumat lalu, banyak analis melihatnya sebuah dukungan untuk Fed menaikkan suku bunga acuan federal fund tingkat-nol pada September.

Tetapi Wakil Ketua Fed Stanley Fischer pada Senin memperlemah harapan itu ketika mengatakan inflasi yang rendah tetap menjadi kekhawatiran untuk ekonomi terbesar di dunia itu. Di tempat lain, Presiden Fed Atlanta Dennis Lockhart tampak meningkatkan prospek untuk kenaikan suku bunga lebih awal daripada yang diperkirakan. (jk)

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});