(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

China Melakukan PHK 100.000 Karyawan Tambang Batu Bara

Rusmanto
Rusmanto

China Melakukan PHK 100.000 Karyawan Tambang Batu Bara

Pertambangan batu bara China sejak 2012 hingga saat ini masih menghadapi tekanan jatuhnya harga dan rendahnya permintaan. Kondisi ini memukul sektor batu bara dunia.

Salah satu grup perusahaan pertambangan terbesar China yang juga Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Heilongjiang Longmay Mining Holding Group, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal kepada 100.000 tenaga kerjanya. PHK massal ini disebut-sebut sebagai PHK terbesar di China baru-baru ini.

Selain PHK massal, beberapa bisnis non-inti pun dijual untuk membayar utang dari grup bisnis. Langkah ini ditempuh untuk mencegah kerugian lebih lanjut.

Heilongjiang Longmay Mining Holding Group Co Ltd merupakan grup bisnis pertambangan dengan jumlah karyawan mencapai 240.000 tenaga kerja. Dengan rencana PHK massal mencapai 100.000 orang, artinya grup perusahaan ini memangkas hingga 42% dari total pegawainya.

Pihak perusahaan mengatakan akan membuat pusat bantuan bagi pekerja yang kehilangan pekerjaannya untuk pindah maupun memulai bisnis mereka sendiri.

Wang Zhikui, pimpinan Heilongjiang Longmay Mining Holding Group mengatakan pengurangan jumlah penerja merupakan langkan menyelamatkan perusahaan dari kondisi berdarah-darah.

BUMN pertambangan tersebut memiliki anak perusahaan di Jixi, Hegang, Shuangyashan dan Qitaihe di provinsi Heilongjiang. Produksi batubara dari grup tersebut mencapai setengah dari total produksi batu bara di kawasan itu.

Industri batubara di China berjuang dalam kondisi kelebihan produksi dan jatuhnya harga batubara sejak 2012.

Tahun lalu, grup perusahaan ini menyatakan restrukturisasi manajemen dan memangkas ribuan tenaga kerja agar perusahaan tetap untung di tengah merosotnya industri secara keseluruhan. Perusahaan ini mengaku telah menelan kerugian hingga 5 miliar yuan atau US$ 815 juta.

Kondisi ini terbilang dramatis. Sebab pada 2011 menjadi masa kejayaan perusahaan yang berhasil mengantongi keuntungan hingga 800 juta yuan. Produksi batu bara di tahun tersebut mencapai 50 juta metrik ton. Tahun lalu produksi batu bara tercatat 49 juta ton, atau hanya 10% dari Shenhua Group Corp Ltd, produsen batu bara terbesar di China. Tapi jumlah tenaga kera Longmay lebih banyak dari Shenhua yang hanya 214.000 orang.

Biaya tenaga kerja dinilai sebagai alasan utama perusahaan rugi berat. Longmay juga memiliki ribuan pensiunan yang harus diurus. Mereka berhak mendapat santunan seumur hidup meliputi pensiun dan asuransi kesehatan. Hal ini juga yang dianggap memicu besarnya beban keuangan perusahaan

"Personel (tenaga kerja dan pensiunan) mungkin biaya terbesar," kata Deng Shun, seorang analis energi dari Shanghai ICIS C1 Energy.

"Sebenarnya banyak perusahaan batu bara tradisional milik negara menghadapi masalah yang sama. Hal ini makin parah karena industri saat ini tetap pada tren menurun," kata Deng.

Deng juga memperingatkan adanya masalah sosial yang akan timbul akibat PHK besar-besaran ini. Perusahaan lebih baik menepuh langkah menurangi kesejahteraan pekerja atau gaji untuk mengurangi biaya.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});