China Tak Mau Lagi Lemahkan Yuan

Rusmanto
Rusmanto

China Tak Mau Lagi Lemahkan Yuan

Perdana Menteri China Li Keqiang meyakinkan pasar global jika perekonomian China masih akan tetap tumbuh.

"Pemerintah mengambil langkah-langkah untuk menstabilkan pasar dan mencegah risiko, kita telah berusaha agar bisa terhindar dari kemungkinan risiko sistemik," kata Li.

Langkah China melemahkan atau mendevaluasi mata uang Yuan dan merosotnya pasar saham di China telah mengguncang pasar keuangan di seluruh dunia.

Li mengakui, perekonomian China tengah menghadapi tekanan, tetapi pihaknya mencoba untuk meredakan kekhawatiran tersebut.

"Ada tren positif secara keseluruhan terlepas dari kesulitan yang kita hadapi," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan China menyatakan, akan mempercepat proyek-proyek pembangunan infrastruktur dan mereformasi sistem pajak untuk merangsang perekonomian China.

Pemerintah China memperkirakan ekonominya akan tumbuh sekitar 7% di tahun 2015, lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi di tahun-tahun sebelumnya.

Li menegaskan, posisi China yang sengaja mendevaluasi mata uangnya adalah reformasi yang bertujuan untuk memulihkan perekonomiannya.

"Kami percaya tidak ada dasar untuk melanjutkan depresiasi untuk renminbi karena China memiliki cadangan devisa yang cukup besar," katanya.

Senin (7/9/2015), cadangan devisa China turun dibandingkan bulan Agustus 2015, itu menunjukkan jika otoritas melakukan intervensi.

China tidak ingin melihat perang mata uang, Li menambahkan.

"Jika perang mata uang terjadi, itu hanya akan menyakiti China. Melanjutkan devaluasi yuan tidak membuat situasi kondusif. Ini bukan preferensi kebijakan kami," kata Li.

Li telah membuat kebijakan terbaru di pasar keuangan China untuk di pasar saham, yang anjlok sekitar 40% sejak Juni 2015.

Upaya tersebut rupanya berhasil membuat pasar saham China menggeliat dalam dua hari terakhir.

Indeks CSI300. CSI300 saham terbesar yang terdaftar di Shanghai dan Shenzhen ditutup naik 1,96% pada Rabu (9/9/2015), sementara Shanghai Composite Index SSEC naik 2,32%.

"Kami akan terus mempermudah akses pasar untuk bank swasta dan perusahaan asing untuk masuk ke sektor keuangan," katanya.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});