CIMB NIAGA Optimis Mampu Pertahankan NIM di Level 5% Tahun Ini

CIMB NIAGA Optimis Mampu Pertahankan NIM di Level 5% Tahun Ini

WinNetNews.com - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), optimis mampu menjaga margin bunga bersih (net interest margin/NIM) pada tahun ini di level 5%.

Mengenai target tersebut, Wan Razly Abdullah, Direktur Keuangan CIMB Niaga, mengatakan, terget ini cukup wajar mengingat suku bunga pada industri perbankan yang berada dalam tren menurun sehingga dapat berdampak pada penurunan NIM.

" Kami tetap mempertimbangkan kondisi pasar yang kompetitif agar margin bunga perseroan dapat terjaga di 5%. Apalagi, NIM kan di push juga untuk turun, dan OJK juga telah memaksa untuk turun. Pada akhir tahun 2015, NIM kami 5,2%, " kata Wan di Jakarta.

Sementara itu, Tigor M Siahaan, Presiden Direktur CIMB Niaga, juga mengatakan, guna menjaga margin bunga bersih maka pihaknya juga telah mempersiapkan sejumlah strategi yakni fokus pada aset yang berkualitas, kemudian menggenjot porsi dana murah (current account saving account/CASA) yang akan memberikan kontribusi besar kepada penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK).

Menurut Tigor, NIM secara konsolidasi per akhir Desember 2015 sebesar 5,21%. Pencapaian tersebut tercatat turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,36%.

"Dari segi DPK, ke depannya CIMB Niaga fokus untuk menumbuhkan CASA dimana tahun lalu mencapai 47%, naik dari tahun 2014 sebesar 45%. Tentunya kami berharap dapat terus naik pada tahun ini hingga sebesar 50%," tambah Tigor

Hingga akhir tahun 2015 lalu, laba bersih konsolidasi (audited) Business as Usual (BAU) sebesar Rp 856,1 miliar. Laba bersih BAU tersebut tidak termasuk biaya one-off sebesar Rp 571 miliar yang berasal dari biaya untuk Program Purna Karya Sukarela (PPKS).

Adapun laba bersih konsolidasi (audited) aktual perseroan mencapai Rp 427,9 miliar. Dalam periode yang sama, CIMB Niaga berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 178,5 triliun, dan menyalurkan kredit sebesar Rp 177,4 triliun. Peningkatan juga terjadi pada total aset yang mencapai Rp 238,8 triliun.

" Kami terus berfokus pada pengembangan bisnis inti melalui model operasional yang prudent. Dia pun optimistis. hasil yang dicapai pada sepanjang tahun lalu akan menjadi pembuka jalan yang positif di tahun ini,"tutur Tigor.