CIMB Securities - TrendSpotter Indonesia Jum'at, 27-Nov-2015

CIMB Securities - TrendSpotter Indonesia Jum'at, 27-Nov-2015

What’s Relevant

Corporate News

• PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mengantongi kontrak baru sebesar Rp 27,9 triliun hingga November 2015, atau setara 93% dari target akhir tahun Rp 30 triliun. Perseroan tetap optimistis mencapai target dalam satu bulan mendatang. Sementara itu, kontrak dari pemerintahan dan swasta masing-masing menyumbangkan 26% dan 14% terhadap total kontrak. Sumber: Investor Daily.com

• PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menargetkan mampu menjaring 1.500-2.000 tenant baru tahun depan. Perseroan berupaya menggapai target tersebut secara organik. Sumber: Investor Daily.com

• PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) membukukan pendapatan sebesar US$ 465,1 juta hingga kuartal III-2015 atau lebih rendah dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar US$ 603 juta. Sumber: Investor Daily.com

 

Markets

Indonesia:

IHSG 26 Nov 2015, ditutup naik 11.51 poin atau sebesar +0.25% ke posisi 4597.06. IHSG hari ini melibatkan transaksi sebesar IDR 3.39 triliun dan 4.43 milyar lembar saham. Sektor yang mendorong IHSG menguat adalah Basic Ind (+2.28%), Infra (+0.66%), dan Misc Ind (+0.59%).

US: DJIA (26/11/15) tutup karena hari Thanksgiving Day.

GOLD : Emas ditutup naik (+0.01%) ke level 1072.42

 

Trades for the Day

Fundamentally:

PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) – HOLD ~ Target Price IDR 2700 :

Penerimaan MIKA 3Q15 dari rawat inap turun 5% YoY seiring dengan lemahnya permintaan dan lebih tingginya partisipasi di program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Untuk visit rawat jalan flat YoY di 3Q15 (kontribusi 37% ke penjualan). Penurunan di penjualan rawat inap membuat pertumbuhan penjualan MIKA hanya naik 7% YoY di 3Q15. JKN memiliki impact terbesar ke RS di

Greater Jakarta terutama di wilayah Bekasi , dekat wilayah industri, dimana Greater Jakarta berkontribusi 80% ke penjualan. Untuk RS Kalideres belum dapat memberikan kontribusi signifikan. Initial progress cukup menjanjikan dimana RS treating rawat inap 20 pasien per hari secara average, karena relatively few competitors. Management noted pick up di kunjungan pasien Okt, karena seasonality dan beberapa pertumbuhan permintaan potensial. CIMB melihat margin akan relatif stabil QoQ karena limited cost pressure. CIMB roll-forward target price DCF ke FY17, sehingga memotong target price dari Rp 2.800 ke Rp 2.700 (WACC 10.7%, LTG 6.2%) dan downgrade dari ADD ke HOLD karena masih terbatasnya upside harga saham dan kurang katalis jangka dekat.

 

Technically:

• PT Tiphone Mobile Tbk ( TELE IJ; Rp 740 ) – BUY

• PT Unilever Indonesia Tbk ( UNVR IJ; Rp 37050 ) – BUY

JCI Chart & Summary

image0

Resistance II : 4630                          Support I  : 4585

Resistance  I : 4605                          Support II : 4545

VIX negatif 4.65% ke level 15.19, CDS negatif 0.35% ke level 219.85 dan EIDO negatif 0.14% ke level 21.10.

Hari ini bursa Regional bergerak mixed cenderung menguat seiring dengan rebound di industri metal dimana Nikkei naik 0.06% dan KOSPI naik 0.12%. DJIA (26/11/15) tutup karena hari Thanksgiving Day. Kami memproyeksikan JCI berpotensi bergerak melemah dengan Resist 1: 4605, Support 1: 4585.

 

PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE IJ; Rp. 740) - BUY

image1

• R2: 765

• R1: 755

• S1: 725

• S2: 715

• TELE still in minor uptrend pattern.

• But be carefull because ROC and RS still going downtrend, and stochastic just formed dead cross.

• Speculative Buy for TELE with support at 725 and cutloss if it is break under 715. Resist at 755-765.

 

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR IJ; Rp. 37050) - BUY

image2

• R2: 37550

• R1: 37250

• S1: 36525

• S2: 36300

• UNVR has broken MA 45 which indicating potential to weakening again soon.

• Be carefull because ROC and RS still going downtrend while stochastic just formed dead cross.

• Buy on Weakness for UNVR with support at 36525, cutloss if it is break under 36300. Resistance at 37250-37550.

 

Oleh : Patricia Sumampouw

+6221 515-1330

[email protected]

CIMB SECURITIES

Retail Research

Jum’at, 27 Nov 2015