CIMB Securities - TrendSpotter Indonesia Jumat, 30-Okt-2015

CIMB Securities - TrendSpotter Indonesia Jumat, 30-Okt-2015

What’s Relevant

Corporate News

PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan pendapatan bersih konsolidasian pada kuartal III-2015 sebesar Rp138,2 triliun atau menurun 8% YoY. Pendapatan bersih konsolidasian turun terutama disebabkan oleh penurunan di segmen otomotif, alat berat dan pertambangan, serta agribisnis. Pada periode kuartal III-2015 tercatat menurun 17 persen menjadi Rp12 triliun dari pencapaian periode sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp14,499 triliun. Sumber: Investor Daily.com

Markets

Indonesia:

IHSG 29 Okt 2015, ditutup turun 136.72 poin atau sebesar -2.97% ke posisi 4472.02 dengan melibatkan transaksi sebesar IDR 4.82 triliun dan 5.17 milyar lembar saham. Sektor yang mendorong penurunan IHSG pada perdagangan hari ini adalah Basic Ind (--4.82%), Misc Ind (-4.03%), dan Manufacture (-3.42%).

US:

DJIA (29/10/15) turun 0.13% atau -23.72 ke level 17755.80 seiring dengan data GDP Growth Rate QoQ yang turun dari previous dan jauh di bawah forecast.

GOLD :

Emas ditutup turun (-0.08%) ke level 1146.40

 

Trades for the Day

Fundamentally:

Strategy Flash Note – Indonesia Strategy

(Hosting President Jokowi in Washington):

CIMB merasa tersanjung untuk menjadi host delegasi Indonesia ketika Presiden Jokowi berkunjung ke US dengan key clients CIMB. Pemerintah menyoroti indikator');">indikator makro yang menguat seperti inflasi yang kemungkinan akan turun di bawah 4%, CAD yang turun ke 2% of GDP atau lebih rendah dari itu, dan tanda reboundnya pertumbuhan. Untuk infrastruktur, pertanyaan kuncinya adalah bagaimana pemerintah membiayai semua proyek dan apa return yang dapat diberikan untuk private sector melalui skema PPP? Pemerintah akan mendanai proyek penting yang non komersial seperti irigasi, airport kecil, dan seaports. Untuk proyek komersial, diberikan kepada BUMN dan investor private. Pemerintah telah mengubah skema investasi untuk tahun 2015 dan seterusnya dimana ekuitas disuntik ke BUMN, termasuk yang listing di Bursa, dan memungkinkan mereka untuk naikkan modal dari domestik dan market international. Untuk tax amnesty, investor ingin tahu sudah sejauh mana ini berjalan, ada dampaknya ke total fiskal, dan bagaimana cara menaikkan pendapatan pajak dari non-oil, dan bagaimana pemerintah melihat kondisi financial domestik? Draft tax amnesty sedang dibahas oleh parlemen dan diharapkan selesai pada Okt 201 5 atau awal 2016. Dampaknya tidak signifikan tahun ini, dan dampak untuk 2016 tergantung dari respon publik. Pemerintah mengharapkan private sector dan BUMN untuk ikut dalam tax incentives dibawah revaluasi aset dan ini akan meningkatkan base pajak dan juga pendapatan pajak. Untuk banking, BI masih melihat sektor banking kita sehat dimana NPL masih jinak, walaupun akan ada kenaikan karena very low base.

Company Flash Note – Unilever Indonesia (Revenue growth washed up):

Penjualan 9M15 2-3% dibawah estimasi CIMB dan konsensus. Penjualan 3Q15 turun 7% QoQ seiring dengan seasonality dan stocking persediaan lebih awal karena Lebaran jatuh di pertengahan Juli pada 2015 vs sebelumnya di akhir Juli. Untuk pertumbuhan penjualan 3Q15 YoY melambat menjadi 2.8% YoY dimana divisi food bukukan pertumbuhan penjualan 8% YoY, tetapi HPC (Home & Personal Care) tetap paling mendominasi (70% dari 3Q15 revenue). Pertumbuhan HPC paling rendah pada 3Q15 yakni 0.8% QoQ karena ada kenaikan harga di Okt 2015 sebesar 1.8%. Untuk Gross margin naik 40 bps QoQ ke 50.7% seiring dengan lebih tingginya HPC gross margin, menutupi penurunan food gross margin. Harga bahan baku naik dari 87.4% di 2Q15 ke 88.8% di 3Q15 karena depresiasi Rp. Operating margin 3Q15 turun 30 bps QoQ ke 19.5% karena opex naik 60 bps QoQ ke 31.2%. Untuk biaya royalty naik dari 7% di 2Q15 ke 7.5% di 3Q15. Target price CIMB berubah dari Rp 39.700 ke Rp 43.000 berdasarkan FY17 P/E 42.5x (0.5 std dev diatas rata-rata 3 tahun), dan tetap di rating HOLD. CIMB mengharapkan pertumbuhan earning akan normal kembali pada FY16-17 karena kenaikan royalty sudah dihabiskan tahun ini.

 

Technically:

• PT Bank Danamon Indonesia Tbk ( BDMN IJ; Rp 2815 ) – BUY

• PT Surya Citra Media Tbk ( SCMA IJ; Rp 2790 ) – BUY

JCI Chart & Summary

image0

Resistance II : 4580 Support I : 4420

Resistance I : 4535 Support II : 4340

VIX positif 1.95% ke level 14.61, CDS positif 0.77% ke l evel 228.57 dan EIDO negatif 3.52% ke level 20.28.

Hari ini bursa Regional rata-rata bergerak melemah menunggu keputusan suku bunga BOJ. Bursa N225 turun 0.02%, sedangkan KOSPI turun 0.22%. Kami memproyeksikan JCI akan cenderung berpotensi melemah kembali dengan range support 1: 4420 dan resist 1: 4535.

 

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN IJ; Rp. 2815) - BUY

image1

• R2: 3000

• R1: 2900

• S1: 2760

• S2: 2740

• BDMN will try to touch its bottom line at 2760.

• Be carefull because all indicators like RS, ROC and stochastic still going downtrend.

• Buy on Weakness for BDMN with support at 2760, cutloss if it is break under 2740. If it is not break under 2740, it has potential to rebound with resistance at 2900-3000.

 

PT Surya Citra Media Tbk (SCMA IJ; Rp. 2790) - BUY

image2

• R2: 2900

• R1: 2835

• S1: 2790

• S2: 2750

• SCMA will try to break its strong support at 2790, if it cannot break under 2790 it has potential to rebound.

• Eventhough ROC and RS still going downtrend, but MFI start to going uptrend.

• Buy on Weakness for SCMA with support at 2790, cutloss if it is break under 2750. But if it is not break under 2790, it has potential to rebound with resistance at 2835-2900.

 

Oleh : Patricia Sumampouw

+6221 515-1330

[email protected]

CIMB SECURITIES

Retail Research

30 Okt 2015