CIMB Securities - TrendSpotter Indonesia Selasa, 27-Okt-2015

Cincin Suryanto
Cincin Suryanto

CIMB Securities - TrendSpotter Indonesia Selasa, 27-Okt-2015
What’s Relevant

Corporate News

PT PP Tbk (PTPP) menyiapkan belanja modal (capex) lebih dari Rp 2 triliun tahun depan. Sementara itu, emiten BUMN konstruksi lainnya, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mengalokasikan capex 2016 sebesar Rp 1 triliun. Saat ini, para pengembang

properti menawarkan PP untuk menggarap proyek pembangunan rumah susun hingga 75 tower di 15 lokasi berbeda pada 2016. Sementara itu, proyek pembangkit listrik yang baru diterima Perseroan adalah pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) berkapasitas 100 megawatt (MW) di Pohuwatu, Gorontalo. Selain itu, Perseroan memperoleh kontrak baru dari proyek gas cogeneration plant yang berlokasi di lahan Petrokimia Gresik di Jawa Timur. Sumber: Investor Daily.com

Markets

Indonesia:

IHSG 26 Okt 2015, ditutup naik 38.57 poin atau sebesar +0.83% ke posisi 4691.71 dengan melibatkan transaksi sebesar IDR 4.45 triliun dan 6.47 milyar lembar saham. Sektor yang mendorong kenaikan IHSG pada perdagangan hari ini adalah Finance (+1.66%), Mining (+0.99%), dan Infrastructure (+0.98%).

US:

DJIA (26/10/15) turun 0.13% atau -23.65 ke level 17623.05 seiring dengan data new home sales yang turun di bawah previous dan di bawah forecast.

GOLD : Emas ditutup naik (+0.08%) ke level 1163.99

 

Trades for the Day

Fundamentally:

Sector Flash Note – Plantations (Malaysia raises minimum wage by 11-15%):

Dalam budget Malaysia 2016, pemerintah mengumumkan akan naikkan minimal upah dari RM 900 ke RM 1000 per bulan di Peninsular Malaysia dan RM 800 ke RM 920 per bulan di Sabah, Sarawak, dan Labuan, efektif per 1 Juli 2016.

Minimum upah yang baru akan diimplementasi untuk semua sektor kecuali servis domestik atau pembantu domestik. CIMB melihat ini negatif untuk planters karena kenaikan upah akan menaikkan biaya produksi kecuali ditutupi oleh keuntungan produktivitas. Asumsi biaya buruh sekitar 50% dari total cost of production, dan 50% dari biaya buruh dipengaruhi oleh minimum upah, CIMB estimasi biaya produksi bisa naik 3-5% untuk pure planters di Malaysia yang akan mempengaruhi pemotongan earnings 3-5% per tahun. Planters yang memiliki estates besar di Malaysia yang akan terkena dampak berita ini. CIMB tetap pada rating Netral dengan top picks AALI, FR, dan GENP.

Sector Flash Note – Property (Reversing an unfortunate year):

Sejak pertengahan Agt hingga akhir Sept, sentimen domestik sangat buruk dan spekulasi memukul Rupiah. Mata uang mulai menguat di Okt seiring intervensi moneter dan lebih karena Fed mungkin menunda kenaikan suku bunga. Selain itu, sti mulus pemerintah untuk atasi bottleneck investasi dan lemahnya daya beli, juga isu minimum upah, membantu menopang Rupiah. Usaha pemerintah untuk mendorong tax amnesty dan relaksasi REIT dapat menguntungkan developer dengan recurring income yang besar seperti PWON dan SMRA. CIMB memperkirakan marketing sales growth -7% pada 2015 (vs sebelumnya +8%), dan 9% pertumbuhan di 2016 didorong oleh mid-low to mid segmen. Ini berdasarkan pandangan Rupiah stabil, tax collection berlangsung baik, walaupun belum memasukkan faktor tax amnesty dan REIT. Downside ke marketing sales sudah price in menurut CIMB. Jika tax amnesty dan relaksasi REIT dapat terlaksana dengan baik, maka akan ada signifikan upside dibandingkan base case CIMB. Top picks tetap PWON dan BSDE

 

Technically:

• PT Malindo Feedmill Tbk ( MAIN IJ; Rp 1140 ) – SELL

• PT Bank Pembangunn Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk ( BJBR IJ; Rp 765 ) – SELL

JCI Chart & Summary

Resistance II : 4750

Resistance I : 4715

Support I : 4645

Support II : 4600

VIX positif 5.74% ke level 15.29, CDS positif 0.60% ke level 212.77 dan EIDO positif 0.14% ke level 21.99.

Hari ini bursa Regional rata-rata bergerak menurun karena persiapan pertemuan the Fed dimana Bursa N225 turun 0.20%, sedangkan KOSPI turun 0.44%. DJIA (26/10/15) turun 0.13% atau -23.65 ke level 17623.05 seiring dengan data new home sales yang turun di bawah previous dan di bawah forecast. Kami memproyeksikan JCI rentan untuk koreksi sesaat walaupun ada potensi menguat kembali di range support 1: 4645 dan resist 1: 4715.

 

PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN IJ; Rp. 1140) - SELL

• R2: 1185

• R1: 1160

• S1: 1125

• S2: 1095

• MAIN has formed bearish engulfing which indicating potential to weakening again.

• Eventhough ROC and RS still going downtrend, but stochastic almost form golden cross.

• Sell on High for MAIN with resistance at 1160-1185. Support at 1125, cutloss if it is break under 1095.

 

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR IJ; Rp. 765) - SELL

• R2: 805

• R1: 775

• S1: 750

• S2: 720

• Eventhough BJBR still in minor uptrend pattern, but it cannot break over the upper line which indicated potential to weakening again.

• ROC and RS start to going downtrend, while stochastic just formed dead cross.

• Sell on High for BJBR with resistance at 775-805. Support at 750, cutloss if it is break under 720.

Oleh : Patricia Sumampouw

+6221 515-1330

patricia.sumampouw@cimb.com

CIMB SECURITIES

Retail Research

27 Okt 2015

Apa Reaksi Kamu?