(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

CIMB Securities - TrendSpotter Indonesia Senin, 02-Nov-2015

Cincin Suryanto
Cincin Suryanto

CIMB Securities - TrendSpotter Indonesia Senin, 02-Nov-2015
What’s Relevant

Corporate News

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) hingga akhir September 2015 mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp1,68 triliun, turun 45,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp3,07 triliun. Ini disebabkan rugi selisih kurs yang belum terealisasi sebagai akibat melemahnya nilai tukar Rupiah. Core profit yang mencerminkan kinerja operasional juga turun 11,8% menjadi Rp2,71 triliun dari Rp3,07 triliun. Sumber: Investor Daily.com

Markets

Indonesia:

IHSG 30 Okt 2015, ditutup turun 16.84 poin atau sebesar -0.38% ke posisi 4455.18 dengan melibatkan transaksi sebesar IDR 4.67 triliun dan 4.66 milyar lembar saham. Sektor yang mendorong penurunan IHSG pada perdagangan hari ini adalah Finance (--1.69%), Consumer (-0.71%), dan Mining (-0.60%).

US:

DJIA (30/10/15) turun 0.52% atau -92.26 ke level 17663.54 seiring dengan data personal income MoM dan personal spending MoM yang turun dari previous dan di bawah forecast.

GOLD :

Emas ditutup turun (-0.14%) ke level 1140.50

 

Trades for the Day

Fundamentally:

Company Flash Note – Astra International (9M15 result highlights):

Core earnings 9M15 turun 18% YoY ke Rp 11.7 triliun di bawah prediksi konsensus dan CIMB. Hal ini karena lebih rendahnya earning dari divisi automotive. Penjualan turun 8% YoY pada 9M15. Automotive (45% ke net earnings) membukukan keuntungan yang lebih baik tapi di bawah ekspektasi. Penjualan turun 11% YoY karena lemahnya penjualan auto ( -20% YoY untuk 4W dan -14% YoY di 2W). Financial service (25% ke net earnings) diatas ekspektasi dimana margin naik. Alat berat (28% ke net earnings) diatas ekspektasi dimana mining contracting kuat karena lebih tingginya overburden removal dan lemahnya Rp. Untuk pelemahan alat berat, penjualan turun 40% YoY dan belum ada tanda perbaikan. Agribisnis (1% ke net earnings) masih lemah daripada prediksi dan Teknologi. Infra, dan logistik (2% dari net earnings) juga masih di bawah ekspektasi. CIMB tetap pada rating ADD dengan target price tetap di Rp 6.800.

Company Flash Note – Jasa Marga (9M15 earnings miss, intervention risk remains):

Pendapatan tol 9M15 sebesar Rp 5.131 miliar (+6% YoY)in line dengan 73% dari forecast CIMB. Penjualan tol turun 2% QoQ di 3Q15 karena penurunan 4% QoQ di average traffic (karena diskon tarif 35% pada Lebaran selama 15 hari). Traffic volume naik 2% QoQ karena strong volume dari tol Trans Jawa (Jakarta-Cikampek-Palikanci: 18% kontribusi ke total traffic). Gross margin naik 427 bps ke 53.5% di 3Q15, operating expense naik ke 19.6% dari 17.5% di 3Q15. Untuk core earning 9M15 -20% YoY. Berita yang beredar ada potensi penundanaan adjustment tarif yang dijadwalkan Okt. Alasan utamanya lemahnya ekonomi. Akan tetapi news ini buruk untuk long term project return Perusahaan. Dari hasil sensitivity analis is CIMB, jika ditunda jadi Jan 2016, earnings FY15 turun 4.5% ketika dampaknya terbatas untuk FY16-17. Jika tarif ditunda hingga 2Q16, FY16-17 turun 2.1-2.4%, dan jika ditunda hingga 3Q15 FY16-17 earnings akan turun 6-7%.

Technically:

• PT Surya Semesta Internusa Tbk ( SSIA IJ; Rp 645 ) – BUY

• PT XL Axiata Tbk ( EXCL IJ; Rp 3115 ) – SELL

 

JCI Chart & Summary

Resistance II : 4580 Support I : 4420

Resistance I : 4535 Support II : 4340

VIX positif 3.15% ke level 15.07, CDS negatif 0.83% ke l evel 221.84 dan EIDO negatif 0.64% ke level 20.15.

Hari ini bursa Regional rata-rata bergerak mixed seiring menunggu data Caixin Manufacturing PMI China. Bursa N225 turun 1.52%, sedangkan KOSPI naik 0.19%. DJIA (30/10/15) turun 0.52% atau -92.26 ke level 17663.54 seiring dengan data personal income MoM dan personal spending MoM yang turun dari previous dan di bawah forecast. Kami memproyeksikan JCI masih berpotensi melemah terbatas dengan range support 1: 4420 dan resist 1: 4535.

 

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA IJ; Rp. 645) - BUY

• R2: 715

• R1: 680

• S1: 640

• S2: 600

• SSIA will try to touch its bottom line at 600-640.

• Be carefull because RS and MFI still going downtrend while ROC just start to moving uptrend.

• Buy on Weakness for SSIA with support at 640, cutloss if it is break under 600. If it is not break under 600, it has potential to rebound with resistance at 680-715.

 

PT XL Axiata Tbk (EXCL IJ; Rp. 3115) - SELL

• R2: 3250

• R1: 3180

• S1: 3000

• S2: 2825

• EXCL has formed bearish engulfing which indicating potential to going downtrend again.

• ROC and RS still going downtrend, and also the stochastic.

• Sell on high for EXCL with resistance at 3180-3250. Support at 3000-3025, and cutloss if it is break under 2825.

 

Oleh : Patricia Sumampouw

+6221 515-1330

[email protected]

CIMB SECURITIES

Retail Research

02 Nov 2015

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});