Cina Klaim Natuna Milik Nenek Moyang Mereka, Mahfud MD: Mana Buktinya?
Menko Polhukam Mahfud MD (foto: Nasional Kompas)

Cina Klaim Natuna Milik Nenek Moyang Mereka, Mahfud MD: Mana Buktinya?

Senin, 6 Jan 2020 | 10:40 | Amalia Purnama Sari

Winnetnews.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyatakan bahwa pemerintah Indonesia saat ini tengah meningkatkan keamanan dan patroli di kawasan perairan Natuna. Patroli masif ini ditujukkan untuk menghalau kapal-kapal penangkap ikan asal Cina yang beroperasi secara ilegal di perairan Natuna, Kepulauan Riau.

“Patroli akan diperkuat, penguatan kapal-kapal kita, yang sekarang ada di wiayah lain, akan dikerahkan ke sana untuk menghalau,” kata Mahfud, dilansir dari Tempo, Senin (06/01).

Sebelumnya, kapal-kapal penangkap Cina masuk ke kepulauan Natuna. Kapal-kapal tersebut dikawal oleh China Coast Guard dan langsung melakukan penangkapan ikan secara ilegal.

Menurut Mahfud, pihaknya sudah secara tegas mengusir para pelaku penangkap ikan di Natuna. Kapal-kapal militer pun disiapkan untuk menjaga kedaulatan Indonesia.

image0
China Coast Guard di perairan Natuna (foto: Situasi News)

Meski demikian, Mahfud mengakui bahwa peningkatan keamanan di daerah tersebut tidak berarti Indonesia akan memulai perang dengan Cina. Langkah tersebut merupakan upaya pemerintah Indonesia menghalau kapal asing untuk menjaga wilayah perairan Indonesia. “Kita tidak berperang. Lebih kepada menghalau daerah kita sendiri,” jelas Mahfud.

Pemerintah Cina sebelumnya menyatakan bahwa Nine Dash Line di perairan Natuna merupakan bagian dari wilayah mereka. Namun pemerintah Indonesia tidak pernah menanggapi betul klaim Cina tersebut karena tidak ada dasar yang jelas.

Nine Dash Line diklaim sebagai bagian dari wilayah Laut Cina Selatan seluas dua juta kilometer persegi, berdasarkan hak maritim historis mereka. Jalur tersebut membentang seluas 2.000 kilometer dari daratan Cina hingga beberapa ratus kilometer dari Filipina, Malaysia, dan Vietnam.

“Cina menyatakan bahwa wilayah tersebut merupakan hak tradisional mereka dari zaman nenek moyang. Ribuan tahun nelayan mereka menangkap ikan di daerah itu, lantas mana buktinya?” tanya Mahfud.

Berdasarkan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982, perairan Natuna merupakan wilayah ZEE Indonesia dan Cina tidak memiliki hak apa pun pada perairan tersebut. Pemerintah Indonesia juga tidak membuka ruang untuk negosiasi dengan pemerintah Cina terkait perairan Natuna dan tetap berpegang pada UNCLOS 1982.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...