Cina Protes Nama Laut Cina Selatan Diubah
Foto: Reuters

Cina Protes Nama Laut Cina Selatan Diubah

Sabtu, 2 Sep 2017 | 15:00 | Fellyanda Suci Agiesta

WinNetNews.com - China menuntut agar Indonesia membatalkan keputusan untuk mengganti nama wilayah maritimnya di bagian barat daya Laut Cina Selatan ke Laut Natuna Utara.

Kementerian Luar Negeri China mengirim sebuah catatan resmi ke Kedutaan Besar Indonesia di Beijing untuk menyatakan penolakannya terhadap langkah 14 Juli di Jakarta, saat mengumumkan sebuah peta resmi baru kepulauan nasional yang mengungkapkan penggantian nama wilayah tersebut.

Dalam surat tertanggal 25 Agustus, China mengatakan bahwa langkah Indonesia untuk mengubah nama yang diterima secara internasional, menghasilkan komplikasi dan perluasan perselisihan, dan mempengaruhi perdamaian dan stabilitas.

"Hubungan China-Indonesia berkembang dengan cara yang sehat dan stabil, dan perselisihan Laut Cina Selatan berkembang dengan baik," kata Kementerian Luar Negeri China.

"Tindakan perubahan nama sepihak unilateral tidak kondusif untuk mempertahankan situasi yang sangat baik ini." katanya.

Beijing juga mengatakan China dan Indonesia memiliki tumpang tindih klaim maritim di barat daya Laut Cina Selatan, dan mengatakan bahwa penggantian nama wilayah tersebut tidak akan mengubah fakta ini.

Indonesia tidak pernah mengklaim bagian dari Laut Cina Selatan, yang diperselisihkan dengan China oleh Filipina, Brunei, Malaysia, Taiwan dan Vietnam. Tapi perairan yang sekarang disebut Laut Natuna Utara tumpang tindih dengan Nine-Dash Line yang secara sepihak dinyatakan secara sepihak, yang menguasai hampir seluruh Laut Cina Selatan.

Langkah Indonesia dilakukan setelah 2016 temuan Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag di Belanda mengenai perselisihan Laut Cina Selatan antara China dan Filipina, yang menyimpulkan bahwa tidak ada dasar hukum atau historis untuk klaim China terhadap perairan yang kaya sumber daya alam .

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...