(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Ciptakan Hoaks, Ratna Sarumpaet Idap Factitious Disorder

Cindy
Cindy

Ciptakan Hoaks, Ratna Sarumpaet Idap Factitious Disorder Foto:Istimewa

WinNetNews.com- Drama operasi plastik yang dilakukan Ratna Sarumpaet berakibat fatal. Pasalnya ibu dari Atiqah Hasiholan ini sudah ditangkap polisi di Bandara saat hendak pergi ke Chile pada Kamis 4/9/2018. 

Dikutip dari berbagai sumber yang ada, aksi kebohongan yang dilakukan aktivis perempuan itu juga ditanggapi kalangan publik figur dan profesi lainnya, salah satunya, Psikolog Melissa Grace.


Melissa menyebutkan, jika seseorang sadar atau sengaja melakukan pemalsuan, bisa tergolong orang-orang yang kena Factitious Disorder. Ini termasuk sebuah gangguan mental, yang sebenarnya tidak ada untung bagi sang pelaku yang berbohong.


"Biasanya orang dengan Factitious Disorder, bakal menciptakan tanda-tanda/ gejala cedera/penyakit fisik atau mental, yang diidentifikasi sebagai bentuk kebohongan/penipuan. Sekalipun tidak ada keuntungan eksternal yang jelas," kata Melissa. 

Seseorang yang berbuat bohong atau menciptakan pemalsuan, sama dengan mengalami sebuah "penyakit". Bentuknya berupa sifat atau perilaku membesar-besarkan (mendramatisir) kebohongan dan peniruan dengan sengaja.


 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Factitious Disorder -- also known as : "Munchausen Syndrome" . . . Istilah "gangguan mental" TIDAK sama dengan istilah "gila" atau "sakit jiwa" seperti yang dikenal oleh masyarakat awam. . . Istilah "gangguan mental" di sini artinya individu memiliki kondisi mental yang tidak benar-benar sehat (kurang mampu menjalani fungsi hidup secara adaptif dan efektif). . . . . Secara umum, sebuah perilaku disebut sebagai "gangguan" ketika: . ☘️ Individu yang bersangkutan tidak lagi dapat sepenuhnya mengendalikan #Intensitas , #Durasi, #Frekwensi perilakunya. (Jadi, TIDAK hanya terjadi sesekali). . ☘️ Perilakunya sudah mengganggu fungsi adaptif (fungsi perilaku keseharian) individu yang bersangkutan, maupun lingkungan sekitarnya. . ☘️ Perilaku menimbulkan distress (stress yang bersifat negatif) pada individu yang bersangkutan maupun lingkungan sekitarnya. . . . . . . . ‼️ IMPORTANT : . Postingan ini BUKAN alat untuk menegakkan diagnosa, melainkan untuk memberikan #Psikoedukasi secara umum, tanpa merujuk pada kasus tertentu. . . Penegakkan diagnosa hanya dapat dilakukan oleh Profesional setelah serangkaian pemeriksaan psikologis pada klien dan orang-orang signifikannya. . . . . . . . .???? @Mellissa_Grace . . . #MellissaGrace #MG #Psikolog #PsikologKlinis #ClinicalPsychologist #Psikoedukasi #AskMG #TanyaPsikolog #KataPsikolog #PsychoeducationByMG #FactitiousDisorder #MunchausenSyndrome . . .

A post shared by Mellissa Grace, Psikolog (@mellissa_grace) on

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});