Ciri-ciri Kanker Otak yang Perlu Diwaspadai

Rusmanto
Rusmanto

Ciri-ciri Kanker Otak yang Perlu Diwaspadai ilustrasi

Winnetnews.com -  Kanker otak adalah akibat dari pertumbuhan sel yang tidak normal di otak. Kanker otak dapat muncul dari sel-sel otak primer, sel-sel yang membentuk komponen otak lainnya (misalnya, membran, pembuluh darah), atau dari pertumbuhan sel kanker yang berkembang di organ lain dan yang telah menyebar ke otak oleh aliran darah (metastasis atau kanker otak sekunder). Lantas seperti apa gejala kanker otak? Gejala yang muncul sangat tergantung di bagian otak mana tumor tersebut muncul. Selengkapnya simak gejalanya di bawah ini.

Ciri-Ciri dan Gejala Kanker Otak yang Wajib Diwaspadai

Gejala tumor otak bervariasi tergantung pada jenis, ukuran, dan lokasi tepat di otak. Berikut ini adalah gejala umum tumor dan kanker otak yang berisiko mengganggu kesehatan Anda, di antaranya:

1. Gejala serebral umum

Gejala kanker otak berupa perubahan mental yang ringan (psikomotor asthenia), yang dirasakan oleh keluarga dekat penderita berupa: mudah tersinggung, emosi, labil, pelupa, perlambatan aktivitas mental dan sosial, kehilangan inisiatif dan spontanitas, mungkin diketemukan ansietas dan depresi. Gejala ini berjalan progresif dan dapat dijumpai pada 2 atau 3 kasus.

2. Sakit kepala

Diperkirakan 1 % penyebab sakit kepala adalah tumor otak dan 30% gejala awal tumor otak adalah nyeri kepala. Sedangkan gejala kanker otak lanjut ditemukan 70% kasus.

Sifat nyeri kepala bervariasi dari ringan dan episodik sampai berat dan berdenyut, umumnya bertambah berat pada malam hari dan pada saat bangun tidur pagi, serta pada keadaan di mana terjadi peninggian tekanan tinggi intrakranial. Adanya nyeri kepala dengan psikomotor asthenia perlu dicurigai tumor otak.

3. Pusing

Pusing kepala atau vertigo menjadi salah satu ciri-ciri kanker otak yang cukup berbahaya. Kondisi ini samar, seperti sakit kepala. Orang yang menderita vertigo ditandai dengan perasaan seperti berputar-putar meski saat sedang istirahat.

4. Kejang

Bangkitan kejang dapat merupakan gejala awal dari tumor otak pada 25 % kasus, dan lebih dari 35 % kasus pada stadium lanjut. Diperkirakan 2 % penyebab bangkitan kejang adalah tumor otak. Perlu dicurigai penyebab bangkitan kejang adalah tumor otak bila:

  • Bangkitan kejang pertama kali pada usia lebih dari 25 tahun
  • Mengalami post iktal paralisis
  • Mengalami status epilepsi
  • Resisten terhadap obat-obat epilepsi
  • Bangkitan disertai dengan gejala tekanan tinggi intrakranial lain. Bangkitan kejang ditemui pada 70 % tumor otak di korteks, 50 % pasien dengan astrositoma, 40 % pada pasien meningioma, dan 25 % pada glioblastoma.

5. Penglihatan bermasalah

Ketika sel tumor di otak, saraf mata di dalam otak akan terganggu dan mengalami tekanan sehingga Anda mengalami penglihatan kabur atau bahkan mengalami kebutaan.

6. Perubahan mood

Ciri-ciri kanker otak biasanya mengalami suasana hati atau mood yang dapat berubah karena tidak terkendalinya kondisi otak. Otak bagian depan (frontal lobe) adalah bagian yang dapat mengendalikan kepribadian Anda dan gangguan emosi dalam sifat dan berdikap.

7. Kehilangan memori dan kebingungan

Masalah memori dapat disebabkan oleh tumor di lobus frontal atau temporal. Tumor di lobus frontal atau parietal juga dapat memengaruhi penalaran dan pengambilan keputusan. Misalnya, Anda mungkin mengalami ciri-ciri kanker otak berikut:

  • Sulit berkonsentrasi, dan Anda mudah terganggu.
  • Anda sering bingung tentang hal-hal sederhana.
  • Anda tidak dapat melakukan banyak tugas dan mengalami kesulitan merencanakan apa pun.
  • Memiliki masalah memori jangka pendek.

Ini bisa terjadi dengan tumor otak pada tahap apa pun. Kondisi ini juga bisa menjadi efek samping dari kemoterapi, radiasi, atau perawatan kanker lainnya. Masalah-masalah ini dapat diperburuk oleh kelelahan.

Masalah kognitif ringan dapat terjadi karena berbagai alasan selain tumor otak. Mereka dapat menjadi hasil dari kekurangan vitamin, obat-obatan, atau gangguan emosional, antara lain.

8. Kelelahan

Kelelahan lebih dari sekadar merasa sedikit lelah sesekali. Ini adalah beberapa tanda bahwa Anda benar-benar mengalami kelelahan:

  • Benar-benar kelelahan sebagian besar atau sepanjang waktu.
  • Merasa lemah secara keseluruhan dan anggota tubuh Anda terasa berat.
  • Sering tertidur di tengah hari.
  • Kehilangan kemampuan untuk fokus.
  • Mudah tersinggung

Kelelahan bisa disebabkan oleh kanker otak. Tetapi kelelahan juga bisa menjadi efek samping dari perawatan kanker. Kondisi lain yang menyebabkan kelelahan termasuk penyakit autoimun, kondisi neurologis, dan anemia.

Apa Reaksi Kamu?