Corona 'Taklukkan' Inggris, PM Boris Serukan Lockdown Tiga Pekan
Foto: Oxfordmail.co.uk

Corona 'Taklukkan' Inggris, PM Boris Serukan Lockdown Tiga Pekan

Selasa, 24 Mar 2020 | 10:26 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson akhirnya menetapkan lockdown guna menangkal penyebaran virus corona yang kian menjangkit ribuan warga Britania Raya, Senin (23/3). Pemberlakuan lockdown ini berlangsung selama tiga pekan ke depan.

"Tetap di rumah," kata PM Boris dalam pidato yang disiarkan televisi mengutip CNBCIndonesia.com sebagaimana ditulis AFP. "Dari malam ini (Senin) saya harus memberikan instruksi sederhana kepada rakyat Inggris - Anda harus tinggal di rumah."

"Karena hal penting yang harus kita lakukan adalah menghentikan penyebaran penyakit antar rumah tangga."

Pengumuman itu dikeluarkan setelah banyak warga mengabaikan anjuran sebelumnya untuk mengurangi kontak sosial (social distancing) untuk meminimalkan penularan virus.

Selama masa lockdown, warga akan dilarang untuk menghadiri pertemuan besar, sementara toko dan layanan yang dianggap tidak penting, seperti toko yang menjual pakaian atau elektronik, juga akan ditutup.

Sementara itu, Johnson mengatakan pergi keluar untuk berbelanja kebutuhan dasar, berolahraga, memenuhi kebutuhan medis, dan perjalanan ke dan dari tempat kerja, masih akan diperbolehkan.

Taman juga akan tetap terbuka untuk umum. Tetapi Johnson memperingatkan akan ada sanksi bagi yang melanggar aturan menjaga jarak.

"Jika Anda tidak mengikuti aturan, polisi akan memiliki kekuatan untuk menegakkannya, termasuk melalui denda dan membubarkan pertemuan."

Lebih lanjut Johnson memperingatkan bahwa pandemi yang sudah menginfeksi lebih dari 370 ribu orang di seluruh dunia itu merupakan ancaman terbesar yang dihadapi Inggris selama beberapa dekade.

Ia juga mengatakan bahwa Layanan Kesehatan Nasional (NHS) yang dikelola pemerintah tidak akan mampu menangani para pasien jika semakin banyak yang tertular.

Oleh karenanya, Johnson menyerukan agar warga Inggris tetap tinggal di rumah dan membantu melindungi NHS, yang diharapkan dapat menyelamatkan banyak nyawa. Ia juga mengatakan akan meninjau kembali aturan lockdown dalam tiga minggu ke depan.

"Kami akan melihat lagi dalam tiga minggu, dan melonggarkannya jika bukti menunjukkan bahwa kita mampu," katanya.

Di Inggris dikutip dari Worldometer, saat ini sudah ada sebanyak 6.650 kasus corona. Di mana ada 335 orang meninggal dan 135 orang sembuh.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...