Covaxin, Vaksin COVID-19 dari India, Bagaimana Efektivitasnya?
ilustrasi

Covaxin, Vaksin COVID-19 dari India, Bagaimana Efektivitasnya?

Sabtu, 1 Mei 2021 | 13:00 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Menjadi negara peringkat ke-3 yang memiliki kasus COVID-19 terbanyak di dunia ternyata membuat India tak tinggal diam. Negara padat penduduk itu akhirnya memproduksi vaksin bernama Covaxin.

Vaksin virus corona buatan India tersebut diproduksi oleh Bharat Biotech. Mereka menganggap, temuannya ini merupakan hasil jerih payah negara ini untuk melawan coronavirus dan pengembangan sains.

Selama 24 tahun, perusahaan tersebut telah memproduksi setidaknya 16 vaksin dan telah diekspor ke 123 negara.

Meski masih dalam uji coba fase ketiga, pemerintah India telah menyetujui penggunaan Covaxin sejak Januari lalu. Alhasil, pro-kontra dan skeptisisme terjadi, khususnya di antara para ahli.

Pemerintah menargetkan 250 juta penduduknya sebagai prioritas vaksinasi sampai akhir Juli 2021.

Tak hanya itu, puluhan ribu dosis vaksin juga telah dikirimkan negara-negara lain sebagai hadiah atau vaccine diplomacy.

Bagaimana Cara Kerja Covaxin?

image0

Menurut dr. Valda Garcia, Covaxin tergolong menggunakan inactive virus seperti Sinovac.

Inactive virus adalah virus SARS-CoV-2 yang sudah mati, sehingga aman disuntikkan ke tubuh. Sampel virus tersebut diisolasi oleh Institut Virologi Nasional India.

Dalam masa uji cobanya, vaksin covid buatan India itu melibatkan sekitar 27 ribu peserta. Ketika cairannya disuntikkan ke tubuh, sel kekebalan masih dapat mengenali virus mati dan menstimulasi produksi antibodi.

Antibodi itulah yang nantinya mencegah penularan sekaligus meminimalkan gejala sakit COVID-19 (bila tertular).

Dosis yang diberikan ada dua dengan rentang waktu empat minggu. Covaxin harus disimpan pada suhu 2-8 derajat Celsius. Bharat Biotech akan memproduksi 700 juta dosis di tahun ini.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...